HTI Hizbut Tahrir Indonesia

Upaya Sistematis Penghadangan HTI, Tampaknya Jadi ‘Kutukan’ Bagi Rezim Manapun

Oleh: Fajar Kurniawan – analis Senior PKAD (Pusat Kajian dan Analisis Data)

Kutukan bagi rezim? Saya juga senada dengan pendapat seorang pakar Politik Islam Australian National University (ANU) Greg Fealy menyatakan hal buruk yang dilakukan Jokowi adalah membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). “Menurut saya, satu hal yang Jokowi lakukan dan buruk bagi demokrasi Indonesia adalah ia menggunakan negara untuk melarang dan menindas oposisi Islam. Misalnya, pembubaran HTI,” ujarnya seperti dilansir tirto.id, Jumat (28/12/2018).

Menurutnya, pembubaran itu adalah langkah politis. HTI selama bertahun-tahun masih bersikap sama, sudah lama terkenal soal sikapnya terhadap khilafah, Pancasila, dan sebagainya. Terutama di tingkat nasional, tidak ada perubahan sikap kepemimpinan HTI tentang Indonesia, tentang UUD 1945, dan sebagainya.

Hizbut Tahrir, seperti yang kita tahu, pergerakannya sangat disiplin dan massif membela seluruh kepentingan umat. Gerakan ini agresif menelanjangi kebobrokan rezim-rezim yang ada di dunia Islam ini tanpa kecuali. Hizbut Tahrir menyerukan umat dan berusaha untuk menghancurkan sistem kapitalisme dan orde sekuler liberalis. Kemudian menawarkan solusi konsep Islam secara komperehensif di atas puing-puing reruntuhannya.

Hizbut Tahrir juga menelanjangi kebusukan pemikiran Barat, termasuk kebebasan, demokrasi dan hak asasi manusia, serta menelanjangi negara-negara yang tegak di atas pemikiran sampah ini, seperti Amerika, Prancis, Inggris, Jerman dan lainnya. Menolak segala liberalisasi ekonomi yang dilakukan di pemerintahan era Jokowi.

Kita mengamati, bahwa media-media liberal pragmatis, baik yang lahir di Barat maupun di negeri-negeri kaum Muslim memiliki tujuan yang sama, yaitu memoles citra pemikiran kapitalis, memperkokoh pilar-pilar negara-negara boneka Barat yang ada di dunia Islam ini, serta menyerukan agar ikut berpartisipasi bersama rezim-rezim boneka yang ada di negeri-negeri kaum Muslim. Maka di sinilah kita membuat gambaran tentang kebijakan media ini dan sikapnya terhadap gerakan dakwah ideologis yang berlawanan arus dengan pemikiran Barat, dan berusaha menggulingkan para anteknya di negeri-negeri kaum Muslim, serta berusaha menyajikan pemerintahan Islam, yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan Barat atau pemikirannya.

Oleh karena itu, kita melihat melalui pengamatan utuh terhadap media dan cara media memperlakukan Hizbut Tahrir, bahwa media-media ini, baik cetak, radio maupun televisi, semuanya melakukan pemboikotan penuh terhadap Hizbut Tahrir dan semua aktivitasnya di dunia Islam. Sebaliknya, media justru melancarkan perang pemikiran yang tak kenal lelah terhadap Hizbut Tahrir melalui orang-orang yang menyebut dirinya sendiri sebagai ulama, atau melalui para politisi dan penulis yang sudah teracuni oleh budaya Barat, serta mereka yang ingin mengambil keuntungan materi dari Barat.

Hizbut Tahrir sebelum ini telah mengadakan ribuan seminar, ceramah dan khotbah Jum’at di berbagai wilayah, hasilnya? Sekali lagi tidak ada media yang mempublikasikannya, walaupun sekedar dalam running text. Hizbut Tahrir telah mengadakan sejumlah long march (masîrah) dan aksi massa besar di beberapa negara termasuk di Inggris, Indonesia, Lebanon, Palestina, dan di tempat-tempat lainnya.

Termasuk usaha keras HT untuk memperbaiki langkah-langkah dalam melakukan berbagai protes dan long march (masîrah) untuk menyampaikan pemikiran atau memerangi pemikiran; atau mensosialisasikan dakwah dan Hizbut Tahrir di wilayah tertentu. Juga unjuk rasa dengan mengarahkan masyarakat agar menyempurnakan perjalanan akhir upaya pembebasan dari ketidakadilan dari rezim kapitalis, dan memberikan cara yang benar untuk mencapainya merupakan sebagian dari aktivitas nyata yang dilakukan oleh Hizbut Tahrir di beberapa negeri kaum Muslim.

Melihat kondisi terkini, tampaknya Hizbut Tahrir telah mengerahkan semua kemampuannya sebelum berdirinya Negara al khilafah, dengan sejumlah tantangan dari perang dan penyesatan yang terencana Negara-negara Barat di negeri-negeri kaum Muslim.

di tengah  kaum Muslim saat ini berlangsung berbagai visualisasi menyedihkan dan terbongkarnya berbagai skandal oknum-oknum pengusung demokrasi mengejutkan dan tiba-tiba, yang terjadinya tidak terbayangkan sebelumnya oleh kebanyakan orang. Menyaksikan berbagai masalah ini, ada kaum muslim secara luas yang bertanya bagaimana sikap Hizbut Tahrir terkait apa yang terjadi di tengah-tengah kaum Muslim ini? Umat telah menyadari, Hizbut Tahrir sedang menghadapi hambatan dari rezim penguasa.  []