ulama cianjur ttg penyerangan ulama

Ulama Cianjur Bersatu Dukung Ulama Pejuang Islam

Fenomena kasus penyerangan “orang gila” terhadap ulama, kyai, ustaz atau tokoh Islam, asatidz se-Cianjur menggelar Ijtima Ulama Cianjur pada Selasa (20/2/2018) malam. Diprakarsai oleh Majelis Baitul Ummah Cianjur di Masjid Jami Al-Kubro, Cikidang Cianjur.

Habib Husain Al-Jufry mengajak para peserta agar senantiasa meningkatkan takwa kepada Allah SWT guna meminta perlindungan serta pertolongan di tengah kondisi politik yang sedang tidak menentu ini.

“Waspada dan mempersiapkan diri guna menghadang kemungkinan terburuk dari kabar-kabar yang sedang meresahkan umat ini,”Abah Umar dari Ponpes at-Taqwa berpesan.

Sementara itu, Ust. Musa dari Majelis KH. Abdullah Bin Nuh mengajak semua ulama, kyai, ustaz dan segenap tokoh umat untuk menyamakan pandangan atas permasalahan teror “orang gila” ini. Kondisi ini tidak lain terjadi karena sistem demokrasi sekuler yang mengenyampingkan peran ulama.

“Sistem demokrasi meniscayakan ulama dipinggirkan dari penetapan kebijakan-kebijakan negara yang pada gilirannya justru menyengsarakan umat,”tandas beliau.

Aktivitas amar ma’ruf nahi munkar sebagai tugas ulama dalam sistem kufur demokrasi ini berbalik mempermasalahkannya (mengkriminalisasi ulama). Perbedaan pandangan dan bersikap kritis terhadap Pemerintah, ulama dihadapkan pada persekusi dan tuduhan-tuduhan yang tak berdasar.

Sejumlah asatidz memberikan pandangan yang sama terhadap permasalahan ini, bahwa ulama sudah sepatutnya kita bela dan jaga.

Ust. Isep Saifullah dari Ashabul Yamin mengajak umat untuk mengkoordinir ulama-ulama Cianjur serta menyiapkan para santri untuk membela dan mengawal para ulama.

“Mari melaksanakan istighasah bersama guna meminta perlindungan dan keselamatan kepada Allah SWT”, tandasnya.

Sementara itu dari DKM Masjid al-Muntashir Pataruman, Ust. Adi Mahmudin menyarankan agar dalam membela ulama umat melakukannya secara mandiri dengan tidak bergantung kepada hukum positif yang kian hari kian dijadikan alat politik penguasa.

“Umat agar hanya mendukung ulama yang betul-betul ahlusunnah waljamaah, bukan yang memiliki sifat munafik”, Ust. Ade, seorang ustaz dan tokoh dari Bojongpicung

Dari Ponpes Darul Quro Ciburial, Ust. Nasruddin berharap untuk saat ini ada solusi paling praktis untuk menyelesaikan masalah teror terhadap ulama ini.

Ijtima Ulama Cianjur diakhiri dengan pembacaan sikap oleh Habib Husain Al-Jufry serta penandatangan komitmen bersama antar asatidz dan tokoh umat dalam membela dan menjaga ulama sebagai pewaris para nabi.[]

Sumber: shautululama.com