ulama kedu dukung khilafah

Ulama Aswaja Diponegaran: Kokohkan Perjuangan Khilafah, Karena Khilafah Akan Sejahterakan Indonesia

Sekitar 60 kyai dan asatidz dari wilayah Kedu berkumpul di Pondok Pesantren Al Daldiri Gombong mengikuti Multaqo’ Ulama yang dilaksanakan pada Ahad, 5 Agustus 2018. Multaqo’ Ulama Diponegaran ini membahas tema “Kokohkan Perjuangan Khilafah untuk Indonesia Sejahtera Penuh Rahmat”.

KH. Syaifuddin Al Daldiri, Pengasuh Ponpes Al Daldiri, sebagai shohibul bait mengingatkan para ulama untuk tetap berjuang menegakkan kalimat Allah.

“Sebab Indonesia belum merdeka dan akan merdeka dengan sebenar-benarnya hanya dengan Islam”, ungkap beliau

Tausiyah berikutnya dari KH. Ainul Yaqin. Beliau berpesan di tengah kriminalisasi yang terjadi pada Islam dan kaum muslim termasuk kriminalisasi kata khilafah, saya meminta para ulama tidak takut terhadap hal tersebut.
“Janganlah para ulama terlena dengan uang dan jabatan, sehingga membuat kelu lidah mengucapkan kebenaran. Kita harusnya merapatkan barisan untuk mengokohkan perjuangan ini”, tandas beliau.

Setelah pemaparan tausiyah, acara dilanjutkan dengan diskusi persoalan krusial yang sedang melanda umat Islam. Diskusi dilakukan dengan sangat kondusif, penuh kehangatan dan suasana kekeluargaan.

Acara Multaqo’ Ulama ini diakhiri dengan pembacaan pernyataan sikap dari Ulama Aswaja Dipanegaran Kulon. KH. Syaifuddin Al Daldiri bertugas membacakan pernyataan sikap Multaqo’ Ulama ini. Pernyataan sikap ini berisi penolakan terhadap upaya kriminalisasi terhadap ajaran Islam serta framing negatif untuk menyudutkan Islam dan kaum muslimin. Selain itu, pernyataan sikap ini juga menyatakan komitmen para ulama untuk mengokohkan perjuangan Khilafah, karena khilafah akan mensejahterakan Indonesia.

Pembacaan doa dipimpin oleh KH. Syaifuddin Al Daldiri dan diamini oleh seluruh ulama yang hadir, dengan penuh pengharapan kepada Allah. Semoga Allah SWT memuliakan Islam dan kaum muslimin serta segera menurunkan pertolongan-Nya demi tegaknya syariah dan khilafah di muka bumi.[]

Sumber: shoutululama.org