mudzakarah ulama bogor di cigamea

Ulama Akhirat Cigamea Bogor: “Persoalan Palestina Terus Berlanjut, Karena Tidak Adanya Khilafah”

Rabu, 04 Januari 2018, bertepatan dengan 15 Rabiul Tsani 1439 H telah terselenggara kegiatan Mudzakarah Ulama Aswaja. Pada mudzakkarah kali ini khusus membahas sikap ulama atas nasib kaum muslimin Palestina.

Mudzakarah Ulama dengan tema Khilafah dan Jihad sebagai Solusi Tuntas Permasalahan Palestina.

Acara berlangsung di Majlis Ta’alim As Sa’adah Kampung Cigamea, Desa Pasarean, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor.

Dalam mudzakarah ini, KH. Maman mengundang sekitar 50 ulama, kyai dan asatid yang ada di Bogor dan sekitarnya. Kyai yang juga Ketua BKSPPI Bogor ini, menyampaikan salam takdim dan penghormatan atas kesediaan para ulama menghadiri undangan beliau.

“Ucapan terima kasih atas kehadiran kyai, asatidz dan jamaah yang telah bersedia memenuhi panggilan mulia untuk silaturahmi, sekaligus peduli pada urusan kaum muslimin, khususnya masalah Palestina”.

Beliau menambahkan, “Persoalan Palestina tidak kunjung selesai karena saat ini tidak ada pemimpin Islam seperti Khalifah pada masa lalu. Dulu Khalifah menjaga dan melindungi kaum muslimin dari penjajahan kaum kafir”.

Oleh karena itu menurut beliau, para ulama yang diamanahkan ilmu pada mereka harusnya memiliki andil yang cukup besar dan harus menjadi garda terdepan dalam menegakkan Islam termasuk memperjuangkan Khilafah yang merupakan bagian dari ajaran Islam.

*Al Mukarrom Ustadz Saepudin Abdullah, Pengasuh Ponpes Ar Rosyadah Gunung Bunder Cibungbulang.*
Dalam pemaparannya tentang Palestina, menyampaikan bahwa: “Kaum muslimin ibarat satu tubuh, jika ada saudara seiman dan seaqidah yang didholimi, maka kita wajib membelanya”, terangnya.

Lebih lanjut beliau menambahkan, “Akar masalah Palestina karena keberadaan etnis Yahudi di bumi milik kaum muslimin. Palestina adalah tanah kharajiah yang telah dipertahankan sebelumnya oleh para Khalifah kaum muslimin, seperti: Sayyidina Umar bin Khattab, Sultan Shalahuddin Al Ayyubi hingga Khalifah Utsmani Turki yaitu Sultan Abdul Hamid II. Karena itu, jika dirampas Yahudi, kita wajib merebutnya kembali, bukan malah menawarkan dua negara merdeka.

Beliau juga menyampaikan solusi atas persoalan Palestina harus dikembalikan kepada Islam.

“Secara syar’i, masalah pendudukan dan perampasan bumi Palestina adalah dengan jihad, mengusir Yahudi dari tanah milik kaum Muslim tersebut. Hal ini hanya bisa dilakukan oleh para tentara Islam milik kaum Muslimin, yang dipimpin seorang Khalifah”, pungkasnya

Di akhir pemaparannya, ustad muda ini mengajak para ulama agar bersungguh-sungguh, turut memperjuangkan tegaknya Khilafah Islam demi mewujudkan kepemimpinan Islam.

Hadir sebagai pemateri dalam Mudzakkarah Ulama kali ini antara lain:
KH.Muhyidin Pengasuh Ponpes An Nuur Pamijahan Kabupaten Bogor
Beliau menyampaikan: “Kondisi umat Islam saat ini dengan ketiadaan Khalifah sangat memprihatinkan. Jika umat Islam hanya berharap penyelesaian masalah kepada pemimpin negeri muslim saat ini, tidak akan berakhir. Kecuali kaum muslimin mengangkat Khalifah yang akan menerapkan hukum Allah SWT dan menyelesaikan semua permasalahan umat dengan petunjuk dan ridlo Allah SWT”.

Kyai Yoyon Sahroni dari Ponpes Adzkiyatun Nida Cengal Lw.Liang Kabupaten Bogor
“Keyakinan kita dalam memperjuangkan Islam dan peduli pada urusan kaum muslimin saat ini, merupakan salah satu bukti cinta kita kepada baginda Nabi Muhammad SAW. Rasulullah SAW rindu kepada kekasihnya, yang bukan dari kalangan para sahabat, dan bukan ada pada masanya. Namun ummat tersebut tetap yakin dan terus istiqomah pada Islam dan perjuangannya, meski tidak pernah melihat dan bersama Rasulullah SAW*.

Acara ditutup dengan doa oleh KH. Abdul Aziz dari Ciampea.