Seruan Kyai Misno Kepada Aparat Penegak Hukum, Hentikan Kriminalisasi KH Heru Elyasa Mojokerto

 Seruan Kyai Misno Kepada Aparat Penegak Hukum, Hentikan Kriminalisasi KH Heru Elyasa Mojokerto

Sabtu, 24 Agustus 2019 bertempat di Kota Ngawi,  ILF (Indonesia Lawyer Forum) menghadirkan lebih dari 100 tokoh ummat, ulama dan ustad. Agenda ini bagian dari road show Diskusi Poltik Bulanan yang diadakan oleh LPU (Lembaga Pelita Ummat) Cabang Ngawi.

Kali ini mengambil tema Refleksi 74 Indonesia Merdeka, Apakah NKRI Semakin Berdaulat? Forum ini sengaja mengundang Prof. Dr. Suteki, Dosen Filsafat Pancasila UNDIP Semarang dan Wahyudi Al Maroki, Pembina LBH Pelita Umat dari Jakarta.

Salah satu pembicara inti dialog ILF adalah Kyai Misno. Dalam paparannya Kyai Misno, yang juga Pembina Majlis Ngaji Kitab Fathul Mu’in Paron ini, merasa prihatin atas masih maraknya upaya rezim untuk mengkriminalisasi ulama.

Beliau sebut salah satu korban itu adalah KH. Heru Elyasa Mojokerto. Kyai Misno menuturkan, “Majlis Jalsah ‘Ammah yang Kyai Heru Elyasa asuh senantiasa merespon isu-isu politik hangat yang marak di negeri ini. Majelis ini selalu dipadati peserta ratusan hingga ribuan. Tentu majlis ini tidak sekedar merespon secara faktual”.

Lanjut beliau, Namun tak lupa dengan tegas menyerukan syariah khilafah sebagai solusinya”. “Lha, mungkin solusinya tidak sejalan dengan kecenderungan politik rezim, makanya beliau mulai dipersekusi secara sistematis”. “Beliau dilaporkan politisi dan akhirnya berbuntut penahanan”, terang Kyai Misno.

Menurut Kyai Misno, “jadi refleksi 74 tahun kemerdekaan itu salah satunya adalah rezim semakin masif dalam upaya mengkriminalisasi Ulama. Ini aneh, sebab negeri ini merdeka atas perjuangan para ulama dan santri. Bukankah mayoritas pahlawan nasional adalah tokoh-tokoh ulama Islam”. “Jadi NKRI ini mau dibawa kemana?”  ungkap Kyai Misno.

“Peran ulama itu sebagai penjaga negeri dari kerusakan dengan aktifitas amar makruf nahi munkar”. “NKRI akan hancur jika meninggalkan ulama”, tegas Kyai Misno mengakhiri materinya.

Pertemuan politik tokoh ummat di Ngawi berakhir pada pukul 22.00 WIB. Setelah diadakan tanya jawab dengan para pembicara, forum ini pun ditutup dengan doa yang dipimpin langsung oleh beliau, Kyai Misno.

 

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *