china vs USA

Pertempuran Abad ke-21

Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China telah berkobar. Duta Besar China untuk Chili menyebut Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo sebagai “munafik” setelah Dubes China tersebut berusaha untuk membujuk negara Amerika Selatan agar bekerjasama dengan Beijing, di mana AS dan China tetap terkunci dalam perang dagang.

Utusan Beijing untuk Chili, Xu Bo mengatakan bahwa “Pompeo benar-benar telah kehilangan akal sehatnya dan tersesat jauh.” Ia menggambarkan serangan terhadap kegiatan ekonomi China di wilayah AS sebagai “kejahatan” dan “kekonyolan”.

Sementara Mike Pompeo menggambarkan investasi China di Amerika Selatan sebagai “perjanjian perangkap utang”, di mana hal itu ia sampaikan selama kunjungan ke Santiago. “Beijing sering menyuntikkan modal penghisap ke dalam aliran darah perekonomian, yang membawa kehidupan pada korupsi, dan melemahkan pemerintahan yang baik,” katanya.

AS dan China tengah memasuki perang dagang sejak Presiden Donald Trump memberlakukan tarif bea cukai pada barang-barang China. Sementara Beijing meresponnya dengan melakukan hal yang sama terhadap sejumlah produk buatan Amerika.

Hubungan antara kedua negara ini semakin bertambah tegang, terutama setelah para pejabat senior AS menuduh Beijing menggunakan perusahaan raksasa telekomunikasi, Huawei, untuk memata-matai negara-negara Barat dan warga negara biasa. Mike Pompeo berusaha untuk mencegah semua sekutu AS di Eropa dari menggunakan perangkat Huawei, ia memperingatkan bahwa ketergantungan pada teknologi China akan menghambat kerja sama mereka dengan Washington. Dengan demikian, pertempuran abad ke-21 baru saja dimulai (hizb-ut-tahrir.info, 22/04/2019).