screenshot-shautululama.co-2019.07.04-03-27-06

Peringatan Ulama Aswaja dan Tokoh Blora Jateng, “OBOR Cina adalah Penjajahan Atas Negeri Kita”

Semangat silaturahmi dan perjuangan di bulan Syawal 1440H ini, telah menggerakkan puluhan tokoh dan ulama Aswaja Blora untuk hadir pada Liqa Syawal Tokoh dan Ulama Ahlul Sunnah wal Jamaah di Madrasah Diniyah milik Al mukarom KH. Ahmad Zaini Umar. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Ahad 30 Juni 2019 ini tepat dimulai pukul 20.00 WIB, dengan diawali sholat isya’  berjamaah dan makan malam bersama.

KH. M. Ainul Yaqin, memaparkan bahaya Proyek OBOR (one belt one road) Cina bagi Indonesia, dimana proyek ini sebagai proyek kolonialisasi Cina untuk menjajah dan menguasai dunia termasuk Indonesia. Bahayanya telah nyata menimpa negara–negara yang telah masuk dalam berbagai proyek infrastruktur Cina dan masuk dalam jebakan utangnya.

Oleh karena itu, tidak ada kata lain bagi umat Islam Indonesia kecuali menolak dengan tegas proyek OBOR penjajah Cina yang telah ditandatangani pemerintah Indonesia pada tanggal 23 April 2019 yang lalu.

Tampak hadir Mbah Kyai Markum, lama karismatik alumni Sarang Rembang, yang saat ini banyak keluar masuk kampung, kota bahkan negara untuk berdakwah.

Dalam sesi diskusi, salah satu tanggapan menarik adalah tentang bagaimana caranya untuk membendung proyek OBOR Cina ini agar benar-benar dapat digagalkan.

“Proyek OBOR Cina adalah proyek negara, maka yang bisa menghentikannya juga hanya negara. Dan negara yang bisa menghentikan adalah negara yang melaksanakan Islam secara kaffah, karena semua perjanjian–perjanjian ada di dalam proyek ini bertentangan dengan Islam”,  tutur KH. Ainul Yaqin.

Beliau melanjutkan penjelasannya, sebagaimana dulu para pejuang dan pahlawan yang mengusir penjajah Belanda, telah menjadikan semangat Islam yakni ruh jihad sebagai sebagai spirit perjuangan mereka. Maka hanya Islamlah yang dapat dijadikan dasar bagi kita dan negara ini untuk menolak proyek OBOR Cina, yang terbukti sebagai alat penjajahan gaya baru.

Inilah pentingnya peran tokoh dan ulama untuk menyadarkan umat dan penguasa terhadap bahaya–bahaya yang mengancam kehidupan umat dan negera. Dengan memberikan penyadaran bahwa hanya Islam dengan seluruh syariatnya akan membebaskan Indonesia dari segala bentuk penjajahan baik oleh kapitalisme barat (asing) maupun kapitalisme timur (aseng), dan menghantarkan keberkahan bagi Indonesia.

Sebagai firman Allah SWT dalam surat Al ‘Araf ayat 96 yang artinya:

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi”

Di akhir acara, berbagai masukan para tokoh dan ulama agar acara seperti ini sering diadakan dalam memberikan penyadaran kepada umat terhadap berbagai hal yang membahayakan kehidupan umat. Sekaligus memberikan kesadaran akan solusi Islam dalam berbagai permasalahan yang dihadapi oleh umat Islam.

Acara ditutup dengan doa, dan bersalam-salaman serta foto bersama.[]

Sumber: shautululama.co