PBB Mengonfirmasi Apa yang Sudah Diketahui Seluruh Dunia

 PBB Mengonfirmasi Apa yang Sudah Diketahui Seluruh Dunia

Pasukan pro-pemerintah Suriah secara terang-terangan melanggar hukum perang selama pertempuran untuk provinsi Idlib, kata para penyelidik PBB.

Warga sipil mengalami “penderitaan tak terduga” ketika militer Suriah melancarkan kampanye akhir tahun lalu untuk merebut kembali daerah itu, menurut sebuah laporan.

Mereka menjadi sasaran serangan udara dan penembakan darat tanpa pandang bulu, serta penangkapan, penyiksaan dan penjarahan.

Ratusan warga sipil tewas sebelum gencatan senjata disepakati pada Maret. Hampir satu juta orang terlantar akibat pertempuran dan banyak yang terpaksa hidup dalam kondisi yang mengerikan di kamp-kamp yang penuh sesak atau pada area terbuka.

Sekarang, para penyelidik memperingatkan, “badai besar sedang terjadi” ketika negara yang dilanda perang menghadapi pandemi coronavirus dan krisis ekonomi. Laporan setebal 29 halaman yang dirilis pada hari Selasa 7 Juli oleh Komisi Independen Penyelidikan PBB tentang Suriah tersebut mencakup periode dari November 2019 hingga Juni 2020. Laporan ini memuat 52 “serangan” oleh semua pihak yang menyebabkan korban sipil atau kerusakan infrastruktur sipil, termasuk 47 serangan yang dilakukan pasukan pro-pemerintah.

PBB memiliki sejarah menyampaikan laporan tertulis dan jelas tentang kekejaman, tetapi selalu mendukung kekuatan dunia dalam kejahatan mereka. Tidak perlu laporan untuk mengkonfirmasi kejahatan rezim al-Assad yang selama satu dekade membantai rakyatnya sendiri.

Sumber: hizb-ut-tahrir.info

Share artikel ini:

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *