berita 1 foto reportase aksi palestina

Muslim Kalbar Gelar Aksi Bela Ulama dan Palestina

Mediaumat.news – Aliansi Masyarakat Melayu dan Muslim Kalbar menggelar aksi bela Palestina di wilayah Bundaran Digulis Universitas Tanjungpura jum’at (15/12) kemarin. Aksi ini melibatkan berbagai organisasi massa di antaranya Persatuan Orang Melayu (POM) Kalimantan Barat, Gerakan Mahasiswa (Gema) Pembebasan Kalimantan Barat, Forum Aliansi Muslim (FAM) Kalimantan Barat, Persatuan Mahasiswa Melayu Kalimantan Barat, Pelajar Islam Indonesia (PII) Kota Pontianak dan berbagai elemen lainnya.

Sekjen POM Kalbar yang sekaligus koordinator aksi, Nandar Rezky Ramadhan menyampaikan bahwa aksi ini merupakan bentuk solidaritas masyarakat muslim di Kalimantan Barat terhadap saudara-saudara seiman di Palestina. Massa memprotes pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

“Pernyataan Presiden Amerika ini semakin menambah luka bagi kaum Muslimin,” ujar Nandar.

Unjuk rasa ini diselenggarakan tidak hanya sebagai bentuk solidaritas terhadap saudara-saudara mulism di Palestina, tetapi juga merespon kejadian di dalam negeri, dimana tindakan persekusi terhadap para ulama masih saja terus terjadi.

Menurut Nandar, setelah persekusi menimpa Ustadz Felix Siauw, Gus Nur dan Ustadz Bachtiar Nasir kini giliran ustadz Abdul Somad. Ulama kebanggaan kaum muslimin di Indonesia dan masyarakat Melayu pada khususnya tersebut mendapat perlakuan tidak beradab dari sekelompok masyarakat saat akan berceramah dalam Tabligh Akbar di Denpasar Bali Sabtu (9/12) lalu.

“Kejadian ini sungguh memprihatinkan karena telah menghambat dakwah yang merupakan ajaran mulia dalam Islam. Selain itu kejadian-kejadian persekusi ini telah merendahkan Ulama dan mencoreng wajah Kaum Muslimin yang jika tidak diatasi dengan tepat akan berpotensi menimbulkan gesekan-gesekan antar elemen anak negeri ini,” Nandar menambahkan.

Berikut poin-poin pernyataan sikap Aliansi Masyarakat Melayu dan Muslim Kalbar:

  1. Pada dasarnya Amerika dan Inggris adalah musuh umat Islam karena keduanya yang mendirikan dan terus memelihara eksistensi Negara Israel. Sehingga tidak boleh kita mempercayai solusi apapun dari negara-negara ini dan sekutunya.
  2. Tanah Palestina adalah tanah kaum muslimin. Oleh karenanya wajib bagi seluruh Penguasa Kaum Muslimin termasuk di Indonesia agar mengirimkan tentara mereka untuk mengusir pendudukan Penjajah Israel tidak hanya dari Al-Quds melainkan juga dari seluruh wilayah Palestina.
  3. Solusi bagi persoalan Palestina adalah pengusiran Penjajah Israel dari tanah suci Palestina. Bangsa Israel adalah Bangsa Licik dan Penghianat yang tidak pernah mengerti Bahasa Kecaman apalagi Perjanjian. Mereka hanya mengerti Bahasa Jihad dari Kaum Muslimin. Maka jika Para Penguasa Kaum Muslimin tidak mengirimkan Tentara mereka, maka ini semakin membuktikan urgensi tegaknya KHILAFAH yang akan menyatukan seluruh potensi negara muslimin dan secara syar’i wajib membela tanah, harta, darah dan kehormatan kaum muslimin.
  4. Menyerukan kepada seluruh kaum muslimin untuk dapat membantu Saudara kita di Palestina dengan apa yang mereka punya, berupa bantuan makanan, pakaian, obat-obatan, infak dan sodaqoh hingga nasihat dan dorongan kepada Para Penguasa mereka untuk tidak hanya pandai mengecam dan beretorika. Ingatkan para penguasa tersebut bahwa kekuasaan mereka yang memegang komando Tentara Kaum Muslimin akan ditanya oleh Allah SWT di akhirat kelak apakah digunakan untuk membela kepentingan umat atau tidak.
  5. Berkaitan dengan peristiwa persekusi Ulama di Bali, kami mengutuk keras atas tindakan intoleransi yang dilakukan sejumlah Tokoh dan Ormas di Bali yang ingin mengusir Ustadz Abdul Somad saat akan berdakwah di Bali.
  6. Kami mendesak POLRI agar segera menangkap pelaku persekusi terhadap Ustadz Abdul Somad demi menegakkan marwah ulama dan mengobati sakit hati kaum muslimin.
  7. Diamnya penguasa atas tindakan-tindakan persekusi yang belakangan ini kerap terjadi sangat disayangkan. Oleh karenanya kami menyerukan agar Penguasa tidak hanya diam dan peduli agar tindakan-tindakan intoleran ini tidak berulang. Jika hal seperti ini terus terjadi maka akan dapat membahayakan kehidupan bermasyarakat kita.
  8. Kami juga menolak keberadaan ormas dan tokoh di Kalbar yang berani membubarkan agenda dakwah pihak lain yang dianggap berbeda dengannya. Jika terjadi maka kami akan bersikap tegas terhadapnya. []