Multaqa Ulama Aswaja Samarinda

Multaqa Ulama Aswaja Samarinda, Penerapan Demokrasi Penyebab Ketidakberdayaan Umat Islam terhadap Hegemoni Kafir Penjajah

Puluhan ‘Ulama dan asatidz kota Samarinda menghadiri kegiatan Multaqo’ Ulama Aswaja pada hari Ahad 25 Dzulqaidah 1440H bertepatan dengan 28 Juli 2019, bertempat di Pondok Pesantren Sabilarrasyad, kelurahan Lok bahu , kota Samarinda.

Kegiatan Multaqo’ ulama ini dihadiri oleh pendiri sekaligus pengasuh ponpes Sabilarrasyad, KH.Asmuni Marhanang, beberapa ulama, habaib, ustadz dan beberapa pengajar di pondok tersebut . Tampak hadir pula diantaranya, Habib Alwi bin Hamid Al Baraqbah, Ustadz Abu Hadin, Ustadz H.Hari Sudiono (sekretaris Anas kota Samarinda) dan para ‘ulama lainnya.

KH.Asmuni Marhanang menjelaskan bahwa “Keterpurukan umat karena tidak bersatu.”

Beliau juga berkata “Jalan kebenaran itu pasti mendapatkan banyak halangan, rintangan dan hambatan maka bersabar dan tetaplah berada dijalan kebaikan”.

Ustadz Abu Hadin yang menjadi salah satu narasumber pada kegiatan Multaqo’ ulama tersebut menyampaikan” , terpuruknya umat Islam saat ini tidak lepas dari diterapkannya demokrasi sebagai sistem Kufur dalam mengatur negara, karena dengan adanya Demokrasi memfasilitasi manusia melakukan berbagai macam kebebasan, seperti kebebasan beragama, berpendapat, berekspresi dan kebebasan kepemilikan” jelasnya.

“Demokrasi pondasi Berpikirnya , fasyluddin ‘anil hayah, yakni pemisahan agama dengan kehidupan, Agama tidak diberikan ruang dalam mengatur kehidupan, Inilah sumber kehancuran Umat Islam. oleh karenanya, Islam memiliki solusi dalam mengatur Pemerintahan dengan sistem Khilafah, dan khilafah ajaran Islam”, tambahnya.

Adapun Habib Alwy dalam Multaqo’ Ulama tersebut menjelaskan bahwa “ketidakberdayaan negeri-negeri mayoritas Muslim terhadap hegemoni Amerika dan sekutunya dikarenakan sistem demokrasi dan solusi kemenangan Islam hanyalah Khilafah. Sebagaimana dulu Umat Islam menang karena dalam sistem khilafah yang dipimpin oleh seorang Khalifah”, jelas Habib Alwy. []

Sumber: shautululama.co

Telah terbit MU Edisi 219