multaqa ulama aswaja bogor oktober 2019

Multaqa Ulama Aswaja Kabupaten Bogor: Muharam Momentum Perubahan Menuju Khilafah

Ahad, 6 Oktober 2019, bertempat di Ponpes “AtTajuriyu”, telah diadakan acara Multaqah’ ULAMA’ ASWAJA Kab. Bogor yang dimulai pukul : 07.00. Acara ini dibuka dan dipandu oleh Kyai Usman Kamaludin.

Dalam kesempatan yang mulia tersebut, Shohibul fadhilah Kyai Usman Kamaludin selaku shohibut bait menyampaikan ucapan terima kasih kepada para Alim Ulama’, kiyai, assatidz, tokoh masyarakat yang hadir memenuhi undangan beliau.

Beliau menegaskan bahwa melalui momentum Muharrom 1441 ini, kita diharapkan segera berhijrah dan menggunakan momentum ini menuju perubahan menuju Khilafah islam sehingga ketaatan kepada Allah SWT dan Rasulnya dapat diwujudkan dengan menerapkan islam secara kaffah

Selama kurang lebih 13 abad kepemimpinan islam, memimpin sehingga islam yang rahmatan lil’alamin betul betul mampu diwujudkan. Yakni kemuliaan islam dan kaum muslimin.

Oleh karenanya, khilafah yang merupakan kepemimpinan yang mengikuti metode Rasulullah Saw. Dan merupakan ajaran islam menjadi kebutuhan bagi ummat, disamping merupakan kewajiban yang harus diperjuangkan.

Shohibul Fadhilah Al Mukarrom Kyai Usman Kamaludin menjelaskan bahwa barangsiapa menyelisihi aturan yang dibuat oleh pembuatnya maka tunggu kehancurannya.

Dilanjutkan oleh KH. Abd. Fatah yang menjelaskan bahwa dalam kehidupan ini sudah semestinya menggunakan aturan dari pencipta manusia itu sendiri, yakni aturan dari Allah Swt. Jika tidak maka sudah bisa dipastikan akan menuju kehancuran, seperti yang terjadi saat ini, yang telah membuang hukum-hukum Allah.

Maka jalan satu-satunya kita harus segera kembali menerapkan hukum-hukum Allah di bawah institusi khilafah.

Tidak kalah semangat, KH. Abd. Mujib dari Majlis Mu’ahidil Islam juga menjelaskan kerusakan yang terjadi saat islam tidak diterapkan seperti saat ini yaitu dg dijadikannya BPJS sebagai salah satu alat memalak rakyat.

Saat ini banyak petugas yang datang langsung menagih iuran BPJS ke rumah-rumah, padahal saat digunakan di rumah sakit sangat kesulitan. Begitupun genosida yang terjadi kepada kaum Muslimin di Wamena. Kaum muslimin dibantai tanpa ada yang membela. Beliau juga ikut menyuarakan pembelaan kepada para ulama yang dikriminalisasi rezim zalim saat ini.

Acara yang dihadiri lebih dari 45 undangan diakhiri pukul 10.00 dilanjutkan dengan ramah tamah.[]

Sumber: shautululama.co

Telah terbit MU Edisi 219