mutaqa ulama aswaja bogor barat oktober 2019

Multaqa Ulama Aswaja Bogor Barat: Tragedi Wamena Bukti Tidak adanya Pemimpin yang Melindungi Umat

orum Ulama Aswaja Bogor Barat, Ahad malam Senin 06 Aoktober 2019 telah menyelenggarakan Multaqo Ulama Aswaja Bogor Barat. Multaqo yang dimulai pukul 20.00 WIB ini dihadiri lebih dari 35 undangan, yang terdiri dari ulama, kyai, asatidz serta tokoh masyarakat.

Hadir dalam multaqo ulama, yang penuh suasana ukhuwah dan keakraban ini antara lain: Shahibul bayt Al – Mukarram KH. Wendy Aswan (Pimpinan Ponpes Baron Bogor), KH. Umar Ash-Shiddiq (Pimpinan Ponpes Daruts Tsaqofah), Ustd. Rustama (Peneliti), Ustd. Ahkam (Praktisi Pendidikan), dan beberapa asatidz serta muhibbin lainnya.

Acara diawali dengan penyampaian kalam dari para ulama Bogor Barat menyikapi berbagai problematika kekinian. Diantaranya:

Almukarrom Ustd KH. Wendy yang menyampaikan bahwa “Kenaikan BPJS bukti nyata abainya Negara pada urusan rakyatnya”. Kemudian di lanjutkan oleh Al Ustd Rustama yang membahas tentang bencana Asap riau sebagai konsekuensi perebutan lahan dari para kapitalis dan negara korporasi demokrasi yang tidak menerapkan Syariah Islam.

Dilanjutkan penyampaian kalam dari Al Mukarrom Ustd. Ahkam (Praktisi Pendidikan) menyampaikan: Duka Wamena bukti tidak adanya pemimpin yg melindungi Ummat dari penindasan dan pembantaian. Kalam terakhir ditutup oleh KH Umar Ash-Shiddiq Peran Ulama Yang menyampaikan Penolakan kriminalisasi para ulama penegak kebenaran dan pejuang syariah. Acara ditutup dengan Do’a.[]

Sumber: shautululama.co

Telah terbit MU Edisi 219