multaqa ulama deli belawan oktober 2019

Mudzakarah Ulama dan Tokoh Umat Bagan Deli Belawan, Umat Manusia akan Hidup Sejahtera, Aman dan Sentosa Hanya dengan Khilafah Islam

Majelis Taqarrub Ilallah Kota Medan, Kamis, 04 Shafar 1441H/ 03 Oktober 2019 menyelenggarakan Mudzakarah Ulama’ dan Tokoh Umat dengan tema Syari’ah Islam Solusi atas segala permasalahan umat, bertempat di Masjid Nurul Hilal Bagan Deli Belawan. Lebih dari 50 undangan, yang terdiri dari para ulama, asatidz, tokoh masyarakat Bagan Deli Belawan dan sekitarnya berkumpul.

Acara diawali dengan sambutan oleh ulama karismatik Belawan Buya Ismail Zaenal sebagai wakil dari tuan rumah dan yang mempromosikan acara menyampaikan bahwa Al-Qur’an harus menjadi pedoman dalam hidup kita.

Selanjutnya Ustadz Drs, Musdar Syahban Ulama’ Sumatera Utara dalam tausyiahnya menyatakan yang pada intinya dahulunya ketika syari’ah Islam diterapkan dalam bingkai khilafah maka kaum muslimin hidup sejahtera aman setausa tidak seperti sekarang ini yang penuh dengan masalah dan menghadapi kezaliman dari orang kafir, oleh karena itu kita harus berupaya untuk menegakkan khilafah kembali yang runtuh di Turki pada 1924 agar umat Islam kembali sejahtera aman sentausa.

Selanjutnya mu’allim sudah tidak asing lagi bagi Masyarakat Bagan Deli Belawan Al Ustadz Ingah Maulana, SPdI, SHI. Beliau berujar jikalau demokrasi bertentangan dengan Islam.

Mudzakarah Ulama’ ini sebelumnya dibuka dengan lantunan kalam ilahi yang disampaikan oleh remaja masjid Nurul Hilal Bagan Deli Belawan Akhuna Muhammad Rizky, di akhir acara yang dipandu oleh moderator Ustadz Rahmad Taher yang juga Da’i pedalaman Tanah Karo dan pimpinan redaksi majalah Suara Umat Pedalaman membacakan pernyataan sikap kegiatan bahwa Syari’ah Islam dalam bingkai Khilafahlah Solusi Dalam Mengatasi Seluruh Permasalahan Umat Islam.

Selain dihadiri oleh Ulama’, Ustadz, Mu’allim, Da’i daerah Bagan Deli Belawan maka Mudzakarah ini juga dihadiri oleh Ulama’ Sumatera Utara yaitu Al Ustadz Aswan Ramidi, S.Ag, LC dan berbagai elemen kaum muslimin seperti pengusaha, karyawan pabrik, pelabuhan, aktivitas sosial media, guru dll.[]

Sumber: shautululama.co

Telah terbit MU Edisi 219