Menyombongkan Ilmu, Harta dan Kekuasaan


Ilmu, harta dan kekuasaan adalah anugerah Allah. Tepatnya milik-Nya, yang dititipkan kepada  kita. Jika semuanya itu hanyalah titipan, mengapa ada orang yang menyombongkan ilmu, harta dan kekuasaan

Haram, menyombongkan ilmu, harta dan kekuasaan, betapapun hebatnya. Karena itu, Nabi menyatakan, “Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada sebutir biji sawi kesombongan”. Karena ilmu, harta dan kekuasaan bukan untuk disombongkan

Orang yang diberi ilmu, menyombongkan ilmunya, maka orang itu sakit. Orang yang diberikan harta, menyombongkan hartanya, maka dia juga sakit. Orang yang diberi kekuasaan, menyombongkan kekuasaannya, maka dia pun sakit

Karena sombong adalah penyakit hati, maka obatnya adalah takwa. Dengan takwa, orang mempunyai rasa takut kepada Allah. Dengan takwa, orang itu akan tawadhu’. Begitulah takwa yang menghujam di dalam dada, sanggup menghancurkan kesombongan yang bersemayam di dalam.dada-dada kita

Ketika Umar bin Abdul Aziz menerima tetamu dari daerah, ada seorang pemuda yang ucapannya menyengat hatinya. Saat Sang Khalifah memandang sebelah mata. Katanya, “Andai Anda dipilih karena usia, maka masih banyak yang lebih tua dari Anda. Andai Anda dipilih karena ilmu, masih banyak yang lebih berilmu dari Anda. Ingat, Anda dipilih karena ketakwaan Anda.” Sang Khalifah agung itu pun diam, tertegun. Karena salah memandamg seorang bocah belia

Begitulah Islam mengajarkan kepada kita kemuliaan yang luar biasa. Ilmu, harta, dan kekuasaan adalah titipan. Tidak dibawa mati. Maka, mestinya bagaimana semua itu bisa menolong kita di kubur hingga ke akhirat

Hadanallah wa iyyakum