Mencermati “Asmaul Husna“ Made In Kristen

 Mencermati “Asmaul Husna“ Made In Kristen

Oleh: Abu Deedat Syihab, MH, Wakil Ketua KDK-MUI Pusat

Mengungkap sepak terjang pendeta yang kehilangan akal untuk memurtadkan dan menyesatkan umat Islam. Mari kita cermati pendeta yang satu ini dengan prinsip “Cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati“ Matius 10 : 16.

Pendeta Markus Agung (samaran) menyusun buku Asmaul Husna (Asma Allah) setebal 33 halaman, lengkap dengan ayat-ayat bibel dan hadits Rasulullah SAW yang mendukungnya.

Buku ini, mengulas 31 nama Tuhan yang diyakininya sebagai “kembaran” Asmaul Husna. Ke-31 nama Tuhan itu antara lain : El-Shaddai (Tuhan Yang Maha Kuasa), El-Hay (Tuhan Yang Hidup), Jehovah Jireh (Tuhan Yang Mengadakan), Jehovah Rapha (Tuhan Tabib-mu), Jehovah Nissi (Tuhan Panjiku), Jehovah Shalom (Tuhan pendamaian kita), Jehovah Hosenu (Tuhan yang Menjadikan), Jehovah Immeka (Tuhan Yang Menyertai), Jehovah Makkeh (Tuhan Yang memusnahkan), dll. Kemudian Markus mengupas makna Yehovah Shaphat (Tuhan Hakim Yang Maha Besar).

Semua Asma Allah tersebut di atas, Pendeta Markus menyatakan bahwa nama-nama Allah itu adalah milik Yesus sendiri. Ia juga menulis: “Penghakiman telah diserahkan Allah bapa kepada Yesus kristus, dan ia akan datang sebagai hakim yang adil (kisah rasul 17-31, Yesaya 11 ; 3334). Penghakiman ini dinyatakan oleh saudara Muslim pada kitab Hadits Shahih Muslim jilid I halaman 74 ayat 127 (hal 13).

Kutipan di atas menunjukkan, Pendeta Markus meyakini, Yesus sebagai Tuhan dan Hakim yang Maha Besar. Benarkah? Mari kita uji. Asma Allah sebagai hakim Yang Maha Adil dalam Alquran dan Alkitab tidak bertentangan. Alquran mengajarkan, Allah memiliki sifat al Hakim ( Maha Bijaksana ), dan Al-Adlu (Maha Adil). “Bukankah Allah seadil-adilnya Hakim? “ ( QS. Ath-Thin : 8 ).

Asmaul Husna Versi Kristen.

Tiga puluh satu nama Tuhan yang disebut Pendeta Markus, sebenarnya tidak satupun yang bermasalah. Semua bisa diterima akal dan tidak bertentangan dengan Islam. Tapi, semua nama Tuhan itu menjadi salah, karena pendeta Markus membelokkan bahwa nama Tuhan itu milik Yesus Kristus.

El-Shaddai (Yang Maha Kuasa), ini tidak cocok disandang Yesus. Karena Alkitab mengisahkan, Yesus itu tidak maha kuasa, karena segala kehendaknya disetir oleh Tuhan (Yohanes 5: 30). Sehingga Yesus tidak berdaya ketika diolok-olok, diludahi, disesah dan dibunuh ( Markus 10: 34 ).

Yehovah Immeka (Tuhan yang Menyertai), ini pun tidak layak disandang Yesus. Sebab Alkitab menyaksikan, Yesus ditinggal Tuhan dan berteriak-teriak “Eloi,eloi lama sabahtani“, ketika dieksekusi digantungan salib (Markus 15 : 37).

El-Hay (Yang Maha Hidup), ini juga tak layak disandang Yesus, karena Alkitab menolak dengan mengisahkan bahwa Yesus mati jam 3 sore di atas tiang salib (Markus 15 : 37).

Yehovah Shalom (Tuhan Perdamaian kita ), ini-pun tidak layak bagi Yesus, karena dalam Bible Yesus bersabda: “jangan kamu menyangka bahwa aku datang membawa damai di atas bumi, aku datang bukan membawa damai melainkan pedang “. Matius 10 :34.

Ternyata Asmaul Husna Made In Pendeta Markus Agung dibantah oleh Alkitab sendiri. Maka tidak ada gunanya memperalat sabda Rasulullah SAW sebagai tameng atas kebatilan dan kesesatannya.

Asmaul Husna dalam Islam

Alquran memperkenalkan Allah SWT dengan asmaul husna sebagai sarana komunikasi antara manusia dengan-Nya, berdoa dan mohon pertolongan.

Hanya milik Allah asmaul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaul husna itu “ (TQS. Al-A’raf 180).

Rasulullah SAW menjelaskan, Asmaul Husna ada 99, “ Sesungguhnya Allah memiliki 99 nama, seratus kurang satu. Tiadalah seseorang menghafalkannya kecuali dia akan masuk surga. Dia itu tunggal dan menyukai yang tunggal“ (HR Bukhari-Muslim ).

Kata ‘menghafal Asmaul Husna’ dalam hadits itu tidak bisa diartikan sempit, tapi harus diimani sepenuh keyakinan dan diamalkan dalam kehidupan. Misalnya, dengan meyakini bahwa Allah Maha Tahu ( Al-Alim ), maka orang harus sadar bahwa segala sesuatu diketahui Allah. Sehingga, ia akan menghindar dari perbuatan dosa dan maksiat. Wallahu a’lam.[]

Sumber: Tabloid Mediaumat Edisi 160

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *