tabligh akbar sumenep

Kibaran Al-liwa’ dan Ar-rayah pada Tabligh Akbar dan Istighotsah Sumenep, Tandai Persatuan Umat yang Semakin Menguat

Ada yang berbeda di halaman Masjid Jamik Sumenep Madura, Selasa, 25 Desember 2018. Meskipun hujan rintik membasahi bumi, ribuan warga Sumenep, Pamekasan, Sampang dan Bangkalan tumpah ruah hadiri Tabligh Akbar dan Istighotsah yang diisi para habaib, ulama, kyai, ustadz, dan tokoh umat.

“Yang dibutuhkan umat Islam saat ini adalah pertolongan Allah!! Ya, hanya pertolongan Allah!! Sebab, jika Allah sudah menolong kita, siapakah yang sanggup menghentikannya?”, ungkap KH. Muhammad Husain, Pengasuh Pondok Tahfidz Khalifah dari Bogor.

Lanjut beliau, “Bagaimana agar umat Islam ditolong Allah? Jelas ada syaratnya! Apa syaratnya? Yaitu lakukan minimal 3 hal: 1) menolong agama Allah 2) menolong Saudara, terutama Saudara Mukmin dan Muslim 3) Perbaiki amal sholih kita, yang dilandasi iman,” tambahnya.

Di sela tausiyah, peki takbir sahut menyahut dari peserta dan panitia acara. Lalu diiringi dengan kibaran al liwa’ dan ar rayah, bendera dan panji Rasulullah SAW. Kehadiran bendera dan panji Rasulullah SAW tersebut seolah menyiratkan akan persatuan umat yang semakin menguat. Insyaallah.

Kyai Husain menambahkan,
“Bagaimana cara menolong agama Allah? Lakukan dua hal: 1) Ajak kemakrufan dan cegah kemungkaran 2) Kembali ke agama dan perjuangan agama”.

Hal yang istimewa dari acara ini, adalah tulisan di depan panggung dan yang berkibar di kawat-kawat di atas peserta. Apa itu? Kalimat tersebut adalah, “Kami ingin hidup dengan kalimat ini. Dan kami ingin mati juga dengan kalimat ini.”

Kalimat apakah itu? Tak lain dan tak bukan, kalimat Tauhid, Laa illaaha illaallah Muhammadur Rasulullah.”

Semoga kita menjadi bagian orang-orang beruntung yang berada di bawah panji Rasulullah SAW di akhirat kelak. Aamiin []

Sumber: shautululama.net

Telah terbit MU Edisi 219