an nahdhoh ngopi

Khilafah akan Menggantikan Kapitalisme-Demokrasi Insya Allah

Majelis Ta’lim Annahdlah menggelar acara “NGOBROL PEMIKIRAN ISLAM” yang bertajuk “BIARKAN ANJING MENGGONGGONG KHILAFAH TETAP BERLANJUT” dilaksanakan pada pukul 20.30 bertempat di Markaz Annahdlah – Bandar lampung, Jum’at (9/8/2019).

“Negeri darul kufur sudah sekarat, sebentar lagi meninggal, dan Insyaallah Khilafah yang kita perjuangkan sebentar lagi menghampiri kita, ” buka Kyai Bustomi Al-Jawy mengawali acara ngopi kali ini.

Acara Ngopi kali ini terasa sangat spesial karena selain secara blak-blakan membahas Khilafah serta bertubi-tubinya suntikan semangat agar terus berada dalam jalur perjuangan Thalabun Nusroh, acara ini juga dihadiri oleh KH. Muhammad Sulthon selaku Pimpinan Pondok Pesantren Jabal Nur.

Seperti yang dipaparkan Kyai Bustomi pada ngopi kali ini bahwa sudah konsekuensi logis para pejuang Khilafah akan mendapat ancaman dan intimidasi dari para rezim laknat dan para pengawalnya yang kepentingan jahatnya akan tergerus saat hukum Allah diterapkan secara menyeluruh.

“Memang, barisan Abu Jahal itu kalau sudah mau binasa ada-ada aja kelakuannya, dari secara gamblang menolak Khilafah yang sudah jelas ajaran Ahlusunnah wal Jama’ah, mempermasalahkan berkibarnya bendera Tauhid yang mereka suarakan sebagai bendera HTI, lalu dengan kekuasaannya digunakan untuk mengancam para pengemban dakwah Khilafah, dan berbagai macam tindakan konyol mereka yang tidak perlu lagi dirinci semuanya, “ papar beliau.

Kemudian beliau menegaskan kembali bahwa tindakan-tindakan suksesor Abu Jahal itu hanyalah permainan asing yang ingin memadamkan api kebangkitan Islam dengan menstigmatisasi negatif ajaran Islam dan para pengembannya.

Sesi berikutnya KH. Muhammad Sulthon mengatakan bahwa bahwa umat ini belum percaya diri bahwa sistem kehidupan Islam itu sempurna, sehingga masih menggunakan demokrasi yang jelas-jelas bukan dari Rasulullah SAW.

“Demokrasi itu sudah terbiasa curang, bahkan curang adalah pembuluh darah bagi demokrasi itu sendiri“, tegas beliau,

Lebih lanjut beliau mengatakan bahwa negeri kita sudah 74 tahun dibawah naungan demokrasi konyol, dan terbukti makin terpuruk ke jurang kebinasaan.

“Renungklanlah, pada jaman Khilafah dulu, seluruh biaya pendidikan gratis!, lah sekarang? Mau gratis bagaimana? selain kas negara yang cekak ditambah mental para pejabat yang koruptif, lengkap sudah“, ujar beliau.

Khilafah Islam memang sangatlah agung, pendidikan bisa gratis dikarenakan seluruh kekayaan alam pertambangan dikuasai negara untuk kepentingan ummat, tidak hanya pendidikan, akan tetapi kesehatan, kesejahteraan, infrastruktur dan kepentingan umat lainnya adalah tanggung jawab negara.

“Kita harus terus menerus menyuarakan akan pentingnya Khilafah, walaupun hanya satu orang yang mengemban tugas ini, tetap akan dimenangkan oleh Allah SWT, “ tegas beliau yang disambut pekikan takbir dari para jama’ah.

Kemudian beliau memberikan nasehat agar kita tidak perlu hanyut pada perdebatan tidak perlu dengan para suksesor Abu Jahal si penentang Syariah dan Khilafah, cukup ucapkan ini kepada mereka….

“Sudahlah saya tidak mau meladeni kamu, karena kamu adalah orang bodoh yang muncul di akhir jaman“, pungkas beliau.

Pembacaan doa oleh Mang Erwan menandakan acara Ngopi ini telah berakhir yang kemudian para jama’ah melanjutkan menikmati kopi yang telah tersedia dan foto bersama. []

Sumber: shautululama.co

Telah terbit MU Edisi 219