Kelompok Yang Pasti Dimenangkan (ath-Thāifah al-Manshūrah)

 Kelompok Yang Pasti Dimenangkan (ath-Thāifah al-Manshūrah)

Telah menceritakan kepada kami Sa’id bin Manshur, Abu al-Rabī’i al-‘Atakiy, dan Qutaibah bin Sa’id. Mereka berkata: Telah menceritakan kepada kami Hammad—dan ia putra Zaid—dari Ayub, dari Abu Qilabah, dari Abu Asmā’a, dari Tsauban, ia berkata: Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wa sallama bersabda:

«لاَ تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي ظَاهِرِينَ عَلَى الْحَقِّ لاَ يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللَّهِ وَهُمْ كَذَلِكَ»

Ada sekelompok dari umatku, mereka tetap berada pada kebenaran, mereka tidak akan terpengaruh oleh orang yang menghinanya, sampai datang keputusan Allah, dan mereka pun dalam kondisi seperti itu.” (HR. Ibnu Majah).

Hadits yang mulia ini menyampaikan kabar gembira kepada kita, kaum Muslim, bahwa akan tetap ada di tengah-tengah umat yang mulia ini sebuah kelompok yang teguh dan konsisten memperjuangkan kebenaran, sedikit pun tidak menyimpang dari hukum Allah, dan in syaa Allah, bahwa ia adalah kelompok yang pasti dimenangkan (al-manshūrah), dengan pertolongan dan kemenangan dari Allah, Dzat Yang Mahaperkasa lagi Mahakuasa. Kelompok ini akan tetap teguh dan konsisten memperjuangkan kebenaran, memperjuangkan agama Allah, dan berjalan di atas Sunnah Nabi-Nya Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dalam hadits ini ada tuntutan agar bersabar dan teguh bagi kelompok tersebut, tidak cenderung (berpihak) kepada siapa pun, dan hanya bersandar kepada Allah subhānahu wa ta’āla semata, serta tidak terpengaruh dengan mereka yang mengikuti langkah-langkah para musuh, sebab mereka akan mengecewakannya.

Di sini, kita harus ingat bahwa pada ahlul haq itu selalu ada sifat-sifat sebagaimana yang disebutkan oleh hadits ini, yaitu bahwa mereka selalu teguh dan konsisten dengan kebenaran, adakah kebenaran yang lebih baik daripada hukum-hukum (syariah) Allah subhānahu wa ta’āla; mereka menerapkannya pada jiwa dan masyarakat; juga mereka begitu serius dengan aktivitas agung ini. Mengapa? Sebab hancurnya musuh-musuh kebenaran itu tergantung pada kokoh dan kuatnya para penyeru kebenaran.

Ingat! Mereka para musuh kebenaran begitu bersungguh-sungguh menghalangi agar kebenaran tidak tegak; mereka mencegahnya dengan sekuat tenaga untuk menjaga situasi agar tetap sebagaimana adanya, baik mereka melakukan dengan kesadaran, atau ketidaktahuan. Adapun ketidaktahuan kaum Muslim terhadap mereka, maka inilah yang membuat mereka tidak menolong ahlul haq, ketika tahu pasti mereka berada di pihak ahlul haq dan mendukungnya, sebab mereka itu Muslim, dan keislaman mereka itulah yang akan mendorongnya untuk melakukan itu semua.

Hal lain yang menarik perhatian dari hadits ini adalah, bahwa ath-thāifah al-manshūrah (kelompok yang pasti dimenangkan) akan tetap ada selama kehidupan di dunia ini masih ada. Di sini kita harus cermat dan teliti bahwa ath-thāifah al-manshūrah itu mungkin saja meliputi partai, kelompok, atau bahkan ulama. Oleh karena itu, sepanjang sejarah, kami melihat bahwa ath-thāifah al-manshūrah ini memiliki beragam bentuk, namun mereka disatukan oleh aktivitas yang sama, yaitu menyeru kebenaran dan mengamalkan Islam. Mereka tidak berubah dan berganti meski seberapa parahnya permusuhan kepada mereka, penyempitan hidupnya, dan penghinaan terhadapnya.

Kami memohon kepada Allah subhānahu wa ta’āla semoga kita termasuk di antara ath-thāifah al-manshūrah ini, di mana Allah subhānahu wa ta’āla telah menjanjikan kemenangan dan kedudukan yang kuat kepadanya; dan semoga kita termasuk di antara mereka yang gigih berusaha memperjuangkan penerapan hukum-hukum (syariah) Allah subhānahu wa ta’āla, serta berjuang untuk mengakhiri kekuasaan kaum tiran nan zalim. []

Sumber: hizb-ut-tahrir.info, 07/10/2019.

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *