jalsa ammah ulama aswaja depok

Jalsah Ammah Ulama Aswaja Kota Depok dan Masyarakat, Haram Pilih Pemimpin Dzolim, Wajib Tegakkan Khilafah

Sekitar 300 warga Depok mengikuti Jalsah ammah ulama Ahlus Sunnah Wal Jamaah Kota Depok, yang membahas kewajiban menegakkan khilafah, Ahad (24/2/2019) malam di Masjid Al-Muhajirin Jalan Nusantara Depok Jawa Barat. Dalam kesempatan tersebut tokoh ulama nasional KH Rokhmat S Labib, Ketua LBH Pelita Umat Ustad Ahmad Khozinudin, SH dan Pimpinan Ponpes Nurul Quran Depok KH Nur Effendi Al-Hafizh hadir sebagai nara sumber.

Dalam acara yang diselenggarakan Forum Silaturahmi Ulama Ahlus sunnah wal Jamaah Kota Depok tersebut, Kyai Labib, begitu sapaan KH. Rokhmat S Labib, menyebutkan pemimpin yang takut kepada Allah SWT adalah pemimpin yang menerapkan aturan Allah SWT. dalam segala hal termasuk dalam politik dan pemerintahan.

“Rasulullah menegakkah daulah Islam di Madinah yang menerapkan aturan Islam secara sempurna, melakukan aktivitas jihad dan dakwah. Sepeninggal Rasulullah maka kekhalifahan dilanjutkan Khulafaurasyidin hingga Kekhalifahan Utsmani runtuh pada 1924″, ungkap beliau.

Karena sekarang khilafah tidak ada maka kaum Muslimin wajib mengadakannya lagi. “Kewajiban kaum Muslim adalah berjuang menegakkan syariah dan khilafah!” tegasnya.

Sayangnya, kaum Muslim yang mendakwahkan Islam maka akan dituduh anti Pancasila, akan dimusuhi dan diancam oleh penguasa yang dzalim.

“HTI dicabut badan hukumnya. Satu-satunya kesalahan adalah mendakwahkan khilafah. Padahal Khilafah adalah bagian dari ajaran Islam,” tegasnya.

Pasca pencabutan badan hukum HTI melalui Perppu/UU Ormas 2017 yang represif tersebut, menurut Ahmad Khozinudin, pengemban dakwah terbagi menjadi tiga mazhab.

Pertama, mazhab yang merasa tidak ada masalah dengan diterbitkan Perppu/UU tersebut sehingga dakwahnya biasa saja. Kedua, mazhab yang pesimis. Merasa ketakutan dan merasa diancam aktifitas dakwahnya. Ketiga, mazhab yang semakin optimis.

“Bahwa dengan semakin ditentang oleh penguasa yang anti Islam maka bertambah yakin bahwa dakwahnya sesuai dengan dakwah Rasulullah SAW,” tegasnya kemudian disambut takbir para muhibbin.

Menurutnya, diancam oleh rezim dzalim tidak boleh semakin takut tapi justru semakin berani karena memperjuangkan Islam adalah kewajiban.

“Kematian seseorang adalah pasti, maka mati dalam kondisi mendakwahkan Islam adalah mulia. Dipenjara karena memperjuangkan Islam adalah mulia daripada dipenjara karena kasus korupsi,” pekiknya.

Sedangkan Kiai Nur Effendi menegaskan khilafah adalah ajaran Islam yang wajib diperjuangkan dengan bergabung dengan kelompok yang memperjuangkan tegaknya Islam.

“Sudah selayaknya kaum Muslim istiqamah dalam mengemban dakwah hingga kemuliaan Islam terwujud dengan keridhaan Allah SWT,” pungkasnya.  Pada jalsah kali ini dihadiri pula oleh KH. Sayuti Pimpinan MT. Nurul Istiqomah, KH. Asep dari MT Nurul Falah dan KH. Ali Fatoni Pimpinan Ponpes Alkhoir. Tepat pukul 22.30 acara selesai dan dilanjutkan dengaan ramah tamah.[]

Sumber: shautululama.net