Tempat Penyembelihan Nabi Ismail

Ismail atau Ishak?

Oleh: Abu Deedat Syihab, MH, Wakil Ketua KDK-MUI Pusat

Ibrahim/Abraham/Avraham diakui oleh ketiga agama (Yahudi, Nasrani, dan Islam). Agama Yahudi dan Kristen mengakui Abraham sebagai bapak orang yang beriman. Sedangkan di dalam Islam, Ibrahim disebut sebagai bapak para nabi.

Kisah Ismail dalam Alquran

Surat As-Shafaat ayat 100-107: 100. Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh 101. Maka Kami beri dia khabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar [1283- Nabi Ismail a.s.]. 102. Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.” 103. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya ). 104. Dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim, 105. sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu[1284] sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. (Yang dimaksud dengan membenarkan mimpi ialah mempercayai bahwa mimpi itu benar dari Allah SWT dan wajib melaksanakannya) 106. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. 107. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.

Qurban ala Yahudi dan Nasrani

Torah -Kejadian 22 : 2 Firman-Nya: “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.

Dalam Pandangan Yahudi dan Nasrani anak Nabi Ibrahim yang dikurbankan adalah Ishak mengacu kepada ayat di dalam Kitab Kejadian 22 : 2 adalah Ishak.

Berdasarkan ayat inilah kaum Yahudi dan Nasrani mengatakan yang dikurbankan itulah Ishak, bukan Ismail.

Benarkah Ishak anak tunggal Ibrahim?

Kelahiran Nabi Ismail Kejadian 16 : 16

(16) Abram berumur delapan puluh enam tahun, ketika Hagar melahirkan Ismael baginya.

(16) Pada waktu itu Abram berumur delapan puluh enam tahun. (Alkitab Bahasa sehari-hari)

(16) Abram was eighty-six years old when Hagar bore Ishmael.

Coba bandingkan Kelahiran Nabi Ishak Kejadian 21 : 5

(5) Adapun Abraham berumur seratus tahun, ketika Ishak, anaknya, lahir baginya.

(5) Abraham berusia seratus tahun ketika Ishak lahir. (Alkitab Bahasa sehari-hari).

(5) Abraham was a hundred years old when Isaac was born.

 

Dari dua ayat ini terbukti bahwa Ismail anak pertama/tunggal dari Nabi Ibrahim, karena waktu Ismail lahir usia Ibrahim 86 tahun, dan ketika Ishak lahir usia Ibrahim 100 tahun. Jadi Ismail terpaut 14 tahun lebih tua dari Ishak. Hanya Ismail-lah yang pernah menjadi anak tunggal selama 14 tahun.

Kejadian 22 : 2

“Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.”

Kata “ Ishak “ dalam ayat tersebut merupakan tahrif/tambahan. Kenapa diganti jadi Ishak, karena mereka tahu dari Nabi Ismail akan datang nabi akhir zaman yaitu Nabi Muhammad SAW. Inilah yang diabadikan dalam Alquran bahwa kedatangan Muhammad telah tertulis dalam Taurat dan Injil.

Berkaitan dengan ibadah qurban, kaum Yahudi sampai hari ini masih menjalankan ibadah qurban bakaran, kaum Muslimin melaksanakan ibadah qurban berupa binatang ternak domba/kambing, sapi. Bagaimana kaum Kristiani berkaitan dengan ibadah Qurban? Mereka tidak menjalankan ibadah qurban dengan alasan qurban binatang itu merupakan bayangan akan adanya qurban yang hakiki yaitu dipanteknya/dikorbankannya tuhan Yesus ditiang salib untuk menebus dosa manusia, maka mereka menganggap tidak perlu qurban binatang lagi.

Kesimpulan :

  1. Anak Nabi Ibrahim yang diqurbankan bukanlah Ishak melainkan Ismail.
  2. Umat Kristen menolak ibadah qurban karena sudah diganti pemantekan Yesus di tiang salib.[]

Sumber: Tabloid Mediaumat Edisi 158

Telah terbit MU Edisi 219