ijtima ulama jombang feb 2019

Ijtima Ulama Aswaja Jombang, Empat Madzhab Aswaja Mewajibkan Khilafah

Senin, 25 Februari 2019, tepat setelah isya’ puluhan ulama hadir ke rumah Ustad Damar Panuluh di Perak Jombang untuk mengikuti Acara ijtima’ Ulama Aswaja.

Acara dimulai dengan pembukaan oleh Ustadz Rizalul Haq selaku pembawa acara. Ijtima’ ulama dimulai dengan bacaan basmalah oleh seluruh jama’ah, dilanjutkan sambutan shohibul bait, sekaligus Pengasuh Majelis Ta’lim Da’i Muda Jombang yaitu Ustadz Damar.

Dalam sambutan itu beliau memberikan tausyiyah dan motivasi kepada para jama’ah untuk selalu bertaqwa kepada Allah.

Beliau juga menyampaikan bagaimana orang-orang terdahulu yang mengingkari nikmat Allah, sebagaimana Namrud, dengan kepemimpinannya yang dzalim mengingkari Allah.

Dalam kesempatan ini, beliau juga menuturkan, “Mewujudkan kehidupan Islami adalah cita-cita dan pilihan hidup setiap muslim, merealisasikannya adalah dengan mendakwahkannya. Cita-cita yang dulu katanya utopis, kini mulai terang akan kemunculannya, dan beristiqomah adalah kunci untuk mewujudkannya.”

Acara ijtima’ ulama ini dilanjutkan dengan mauidloh hasanah oleh Ustadz Sutaji, selaku tokoh masyarakat setempat. Beliau menukil dalam sebuah hadist dari Abu Dzar Al Ghifari saat bercengkrama dengan Rasulullah saw, bahwasannya ada hal yang ditakuti oleh Rasulullah saw di akhir zaman selain dajjal, yakni munculnya pemimpin-pemimpin yang menyesatkan, pemimpin yang selalu menebarkan kebohongan, dan pemimpin yang anti terhadap pergerakan Islam yang selalu mempersekusi ulama dan para pengemban dakwahnya.”

Beliau meyakinkan kepada para jama’ah untuk tetap selalu bersabar dan istiqomah dalam mendakwahkan Islam, di tengah kondisi rezim yang anti Islam seperti sekarang ini.

Selanjutnya, Ustadz Qomarudin, da’i muda Jombang, mengingatkan kepada para jama’ah agar selalu taat dan tunduk kepada Allah.

“Barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.” (QS.Thaha: 123-124)

Dengan gayanya yang khas, yang diiringi candaan, beliau menjelaskan contoh kepemimpinan dalam Islam yakni Khilafah. Khilafah lah yang mestinya memimpin umat saat ini.

Acara Ijtima’ ulama ini diakhir dengan do’a oleh KH. M. Farid Ma’ruf, lalu dilanjutkan dengan ramah tamah.[]

Sumber: shautululama.net