Al Aqsha ditutup israel

HT Serukan Pembebasan Al Aqsha

Menyikapi penutupan masjid Al-Aqsha yang dilakukan Israel pada Jumat (21/7) lalu, Hizbut Tahrir (HT) mengeluarkan selebaran mengecam tindakan tersebut dan menyeru tentara kaum Muslim untuk membebaskan Al-Aqsha dari cengkeraman penjajah Israel. Berikut ini isi selebaran yang dikeluarkan oleh HT tertanggal 21 Juli 2017:

بسم الله الرحمن الرحيم

Seruan… Seruan… Seruan…Kepada Tentara di Negeri Kaum Muslim

Tidak Adakah di antara Anda Orang Bijak yang Menggertak dengan Senjatanya dalam Rangka Menolong al-Aqsha Palestina dan Wanita-Wanita Palestina?!

 

Tanggal 27 Syawal 1438 H adalah hari Jumat kedua kaum Muslim tidak bisa shalat Jumat di masjid al-Aqsha. Jika hal itu ditambah Jumat dimana Yahudi membakar mimbar al-Aqsha pada 1389 H, maka itu menjadi sangat bahaya sejak Shalahuddin membebaskan Baitul Maqdis dari kaum salibis dan menegakkan Jumat pertama setelah al-Quds dibersihkan dari kotoran kaum salibis pada tahun 583 H. Artinya ini adalah kali ketiga dimana kaum Muslim tidak bisa shalat Jumat sejak lebih dari 8 abad!! Ini menampakkan sejauh mana kedengkian yang dipendam oleh entitas Yahudi terhadap Islam dan kaum Muslim. Mereka bukan hanya menghalangi kaum Muslim saja, bahkan mereka menembaki kumpulan massa kaum Muslim untuk shalat di seputar halaman al-Aqsha. Yahudi itu seperti apa yang difirmankan Zat yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa:

﴿لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِّلَّذِينَ آمَنُوا الْيَهُودَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُوا﴾…

“Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik” (TQS al-Maidah [5]: 82).

 

Di sisi sebaliknya, presiden Mesir justru mengontak Netanyahu. Begitu pula yang dilakukan raja Yordania dan presiden Turki. Mereka menyerukan peredaan. Raja Saudi mengeluarkan keterangan menyesalkan apa yang terjadi di halaman al-Aqsha… Mereka mengharap agar entitas Yahudi membolehkan orang-orang untuk shalat di al-Aqsha dan meringankan pintu elektronik tanpa pemeriksaan dan pengawasan! Begitulah, para penguasa lainnya di negeri kaum Muslim melakukan dengan suara buruk atau sampai dengan suara berbisik, seolah-olah apa yang terjadi sedikit pun tidak penting bagi mereka tanpa mereka merasa malu kepada Allah, Rasul-Nya dan kaum Mukmin. Benarlah Rasulullah saw yang bersabda:

«إنَّ مِمَّا أَدْرَكَ النَّاسُ مِنْ كَلَامِ النُّبُوَّةِ الْأُولَى: إذَا لَمْ تَسْتَحِ فَاصْنَعْ مَا شِئْت». أخرجه البخاري عن عبد الله بن مسعود

“Sesungguhnya diantara apa yang dipahami orang dari ucapan kenabian yang utama: Jika tidak malu maka lakukan apa saja yang kamu mau” (HR al-Bukhari dari Abdullah bin Mas’ud).

 

Sungguh, masalah al-Aqsha tidak bisa diselesaikan dengan terus eksisnya entitas Yahudi yang mencaplok Palestina. Hal terjauh yang mungkin terjadi dengan tetap eksisnya entitas ini adalah diijinkan shalat di al-Aqsha di bawah ancaman senjata Yahudi, dengan perintah mereka dan ijin mereka. Menteri keamanan dalam negeri mereka menyatakan dengan gamblang bahwa: “Al-Aqsha di tangan Israel, dan Israel pemilik kalimat pertama dan terakhir dalam membuka atau menutupnya”. Begitulah, orang yang terhadapnya telah ditimpakan kenistaan dan kehinaan, berani berlagak sombong dikarenakan ketundukan para penguasa di negeri kaum Muslim… Awal kejahatan itu adalah hari ketika para penguasa itu bersepakat dengan sebagian orang yang di dalam hati mereka ada penyakit dari semi penguasa di Otoritas bahwa Palestina adalah isu warganya sendiri. Kemudian para penguasa itu istirahat berpangku tangan dan ongkang-ongkang kaki memonitor apa yang terjadi dengan sedikit rasa sedih atau tanpa sedikit pun! Maksimal yang mereka tempuh adalah menghubungi para pemimpin entitas Yahudi, menyerukan dikuranginya tindakan kekerasan terhadap pergerakan warga Palestina! Begitulah para penguasa itu, mereka menolong Palestina dengan menelantarkan Palestina seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali atau tanpa kekuatan bahkan tanpa uraian sama sekali.

﴿قَاتَلَهُمُ اللَّهُ أَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ

Dilaknati Allah mereka, bagaimana mereka sampai bisa dipalingkan? (TQS at-Tawbah [9]: 30).

 

Sungguh para penguasa ruwaibidhah di negeri kaum Muslim, mereka paham bahwa pergerakan warga Palestina tidak bisa menghilangkan entitas Yahudi… Mereka juga paham bahwa masalah al-Aqsha dan Palestina seluruhnya tidak bisa diselesaikan kecuali dengan menghilangkan entitas monster itu. Dan menghilangkannya tidak akan terjadi kecuali dengan tentara yang mengacungkan senjatanya untuk mencabut entitas itu… Begitulah bumi yang diberkahi itu ditolong. Begitulah semestinya Baitul Maqdis ditolong. Begitulah ditolognya al-Aqsha, kiblat pertama dan masjid ketiga yang boleh dijadikan tujuan setelah Masjid an-Nabawi dan Masji al-Haram… Begitulah para wanita mulia kaum Muslim di bumi yang diberkahi Palestina itu ditolong…

Tidak adakah diantara tentara kaum Muslim, seorang laki-laki yang cerdas yang menghunus senjatanya disertai tentara yang lain seraya meneriakkan takbir menolong para wanita mulia al-Aqsha yang dilanggar oleh para penjahat di halaman al-Aqsha dan di sekeliling al-Aqsha?… Tidak adakah di antara tentara kaum Muslim, laki-laki cerdas yang mendidih darah di urat nadinya, lalu memimpin brigadenya ke arah al-Aqsha dan menyingkirkan para penguasa ruwaibidhah yang menghalangi jalannya?… Tidak adakah di antara tentara kaum Muslim, laki-laki cerdas yang mencontoh sirah para penolong Allah dan Rasul-Nya, lalu dia menolong para pengemban dakwah yang benar lagi jujur, menolong Hizbut Tahrir, menghilangkn para ruwaibidhah dan menegakkan pemerintahan Islam, Daulah Islam, al-Khilafah ar-Rasyidah; sehingga memimpin tentara al-Khilafah untuk menghilangkan entitas monster itu, sebagai perealisasian berita gembira Rasulullah saw? Imam Muslim telah mengeluarkan di dalam Shahîhnya dari Abu Hurairah ra.: bahwa Rasulullah saw bersabda:

«لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقَاتِلَ الْمُسْلِمُونَ الْيَهُودَ، فَيَقْتُلُهُمُ الْمُسْلِمُونَ…»، وفي لفظ آخر قال ﷺ: «تُقَاتِلُكُمُ يَهُودُ، فَتُسَلَّطُونَ عَلَيْهِمْ»

“Tidak akan tegak Hari Kiamat sampai kaum Muslim memerangi Yahudi lalu kaum Muslim membunuh mereka…” Dan dalam lafal lain, Beliau saw bersabda: “kalian memerangi Yahudi, maka kalian menang menguasai mereka”.

 

Wahai kaum Muslim: sesungguhnya tentara kaum Muslim itu bagian dari Anda, anak-anak, saudara-saudara dan keluarga Anda, maka doronglah mereka kepada kebenaran yang telah Allah turunkan. Terangilah jalan mereka dengan cahaya Islam, sehingga mereka menolong agama Allah, mengembalikan sirah tentara Islam yang mencabut kaum salibis dari bumi Palestina dan bumi Syam, dan menghilangkan kekuasaan Tatar dari bumi Islam… Mereka adalah mercusuar dunia dengan kebaikan yang mereka sebarkan, dan keadilan yang mereka tegakkan…

Tidak ada gap antara tentara kaum Muslim dengan kembalinya mereka seperti tentara agung itu. Mereka menolong agama Allah dan bertolak untuk menolong al-Aqsha dan sisi-sisi al-Aqsha, menginjak para penguasa ruwaibidhah dengan menyingkirkan mereka dari jalannya. Allah akan menyebut mereka di lembaran-lembaran dari cahaya dan mereka niscaya mulia di dunia dan di akhirat, berada di tempat yang disenangi di sisi Tuhan Yang Berkuasa. Allah SWT berfirman:

﴿إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَنَهَرٍ * فِي مَقْعَدِ صِدْقٍ عِندَ مَلِيكٍ مُّقْتَدِرٍ

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu di dalam taman-taman dan sungai-sungai, di tempat yang disenangi di sisi Tuhan Yang Berkuasa(TQS al-Luqman [54]: 54).

 

Wahai Para Tentara di Negeri Kaum Muslim:

Sungguh, al-Aqsha menjerit meminta pertolongan. Sisi-sisi al-Aqsha menjerit meminta pertolongan. Dan al-Aqsha tidak akan bisa dibebaskan dari orang yang menawannya kecuali dengan menghilangkan entitas Yahudi. Pergerakan warga Palestina di atas kegagahberanian mereka, tidak akan menghilangkan entitas Yahudi. Meskipun mereka menunaikan apa yang menjadi kewajibannya dengan apa yang mampu mereka lakukan, akan tetapi mereka meminta pertolongan Anda semua, maka tolonglah mereka. Mereka menjerit meminta pertolongan Anda semua maka tolonglah mereka dan penuhilah firman Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana:

﴿وَإِنِ اسْتَنصَرُوكُمْ فِي الدِّينِ فَعَلَيْكُمُ النَّصْرُ…

“Jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan …” (TQS al-Anfal [8]: 72).

 

Wahai Para Tentara di Negeri Kaum Muslim: Wahai Kaum Muslim:

Sungguh kami yakin bahwa kita bisa mencabut entitas Yahudi. Maka jadilah tentara yang mencabutnya, dan sungguh itulah sebaik-sebaiknya tentara

Kami yakin bahwa Khilafah setelah pemeritahan diktator ini pasti akan kembali, dengan izin Allah. Nabi saw bersabda:

«ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا جَبْرِيَّةً، فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا، ثُمَّ تَكُونُ خِلاَفَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةٍ ثُمَّ سَكَتَ». رواه الإمام أحمد عن حذيفة بن اليمان

“Kemudian akan ada kekuasaan diktator, dan akan tetap ada sesuai kehendak Allah, kemudian Dia akan mengangkatnya jika berkehendak mengangkatnya. Kemudian ada akan khilafah yang mengikuti manhaj kenabian” kemudian beliau diam” (HR Ahmad dari Hudzaifah ibn al-Yaman).

 

Maka jadilah tentara itu yang menolong Hizbut Tahrir yang berjuang untuk mengembalikannya… Dan itulah sebaik-sebaik tentara...

Kami yakin bahwa Syam dan benihnya al-Quds akan dikembalikan oleh tentara Islam menjadi Dar al-Islam. Imam Ahmad telah meriwayatkan di dalam Musnadnya dari hadits Salamah bin Nufail ra, bahwa Nabi saw bersabda:

«أَلَا إِنَّ عُقْرَ دَارِ الْمُؤْمِنِينَ الشَّامُ»

“Ingatlah sesungguhnya pusat dar al-mukminin adalah Syam”.

 

Dan dalam riwayat Nu’aim bin Hamad di kitâb al-Fitan dari Katsir bin Murrah:

«عُقْرُ دَارِ الإِسْلامِ بِالشَّامِ»…

“Pusat dar al-Islam di Syam”.

 

Maka Syam dan intinya al-Quds dengan izin Allah akan kembali dan bersinar dengan kemuliaan dan peneguhan kekuasaan. Maka jadilah tentara yang mengembalikan hal itu dan sebaik-baik tentara adalah tentara itu.

 

Wahai Para Tentara kaum Muslim: Wahai Keluarga Para Tentara kaum Muslim:

Marilah menolong agama Allah… Marilah menolong Baitul Maqdis dan sisi-sisi Baitul Maqdis… Marilah menolong kebebasan bumi yang penuh berkah itu… Marilah menghilangkan entitas Yahudi… Marilah menolong para pejuang untuk menegakan al-Khilafah ar-Rasyidah… Marilah mengembalikan Syam dan intinya al-Quds agar kembali menjadi Dar al-Islam… Marilah menuju kemuliaan dunia dan akhirat… Ini, demi Allah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan… Allah yang Maha Kuat lagi Maha Bijaksana berfirman:

﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَحُولُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهِ وَأَنَّهُ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nya-lah kamu akan dikumpulkan” (TQS al-Anfal [8]: 24).

 

27 Syawal 1438 H

21 Juli 2017 M

 

Hizbut Tahrir

 

Sumber: http://hizb-ut-tahrir.info/ar/index.php/leaflets/hizb/45380.html

 

336x280ad