family campaign cmo

Divisi Muslimah Kantor Media Pusat Hizbut Tahrir Luncurkan Kampanye Internasional Tentang Keluarga

Pada tanggal 3 Oktober, Divisi Muslimah di Kantor Media Pusat Hizbut Tahrir meluncurkan sebuah kampanye global penting berjudul, “Keluarga: Tantangan & Solusi Islami” yang akan memuncak pada konferensi perempuan internasional pada akhir Oktober yang akan dihadiri oleh pembicara dari seluruh dunia.

Struktur keluarga yang kuat dan terpadu merupakan jantung masyarakat yang kuat, stabil, dan sukses. Hal ini sangat penting dalam menyediakan dukungan fisik, emosional, dan material serta kesejahteraan bagi semua anggotanya dan untuk memastikan perawatan yang efektif dan pengasuhan yang benar bagi anak-anak. Namun, hari ini ada krisis yang mempengaruhi keharmonisan dan kesatuan pernikahan dan kehidupan keluarga di masyarakat-masyarakat di seluruh dunia, termasuk di dalam negeri-negeri Muslim. Impor budaya barat ke dunia Muslim, berikut kebebasan seksual liberal-nya yang merusak, gaya hidup individualistik yang hedonistik, cita-cita kapitalis materialistik, dan konsep-konsep feminis yang memecah belah seperti kesetaraan gender, melalui media seperti industri hiburan, sistem pendidikan, media sosial, dan organisasi-organisasi feminis. telah menggerogoti dan mengikis institusi pernikahan dan menyebabkan epidemi kerusakan keluarga. Situasi ini telah diperparah oleh adanya tradisi Arab, Asia, atau Afrika yang tidak Islami di dalam komunitas-komunitas Muslim kita yang mengemban pandangan-pandangan dan praktik-praktik berbahaya yang telah menyebabkan perselisihan dalam kehidupan pernikahan dan keluarga.

Semua ini, di samping hilangnya kejelasan dalam memahami hukum-hukum sosial Islam, telah menyebabkan ekspektasi pernikahan yang merusak, menimbulkan kebingungan mengenai peran dan hak laki-laki dan perempuan dalam kehidupan pernikahan dan keluarga, dan mengakibatkan peningkatan luar  biasa dari hubungan-hubungan di luar nikah, kekerasan dalam rumah tangga, dan perceraian di komunitas-komunitas Muslim di seluruh dunia. Hal ini juga menyebabkan keterlambatan dalam usia pernikahan, devaluasi peran keibuan dan krisis kesuburan karena banyak pasangan memilih untuk memiliki lebih sedikit anak. Disintegrasi kehidupan keluarga di negeri-negeri Muslim ini telah difasilitasi oleh aturan rusak rezim sekuler dan rezim non-Islam lainnya di kawasan ini melalui promosi dan penerapan nilai-nilai, kebijakan, hukum, dan sistem liberal, sekuler, dan kapitalis, yang menyebarkan ide-ide dan gaya hidup  tak bermoral d dalam masyarakat mereka. Selain itu, rezim ini, bersama dengan pemerintahan Barat, organisasi-organisasi internasional seperti PBB, dan gerakan-gerakan feminis terlibat dalam sebuah perjuangan besar untuk semakin mereformasi keluarga Islam dan hukum sosial agar sesuai di sepanjang garis sekuler dan liberal, serta untuk memperkuat cita-cita liberal dan kesetaraan gender di dalam komunitas Muslim yang telah menaburkan kehancuran sosial di dalam negara. Oleh karena itu, keadaan unit keluarga di dalam Umat Islam dengan mengkhawatirkan tengah mengikuti jalan yang sama menuju kehancuran yang terlihat di Barat di mana struktur keluarga berada di dalam kehancuran. Ini terlepas dari fakta bahwa kekuatan, persatuan, dan harmoni kehidupan keluarga pernah menjadi ciri khas dari Umat Islam.

Kehidupan pernikahan dan keluarga yang tidak bahagia, rusak, dan tidak berfungsi menyebabkan gejolak emosional yang besar bagi semua yang terlibat dan dapat memiliki dampak yang menghancurkan pada anak-anak, individu, dan masyarakat. Karena itu penting untuk memberikan perhatian yang serius untuk mengatasi krisis dalam unit keluarga ini serta menyelamatkannya dari kehancuran. Di dalam kampanye dan konferensi yang penting ini, kami akan menyoroti bahaya perubahan wajah struktur keluarga di dunia saat ini. Kami akan mengidentifikasi faktor-faktor utama yang merusak institusi pernikahan dan keharmonisan kehidupan keluarga, termasuk peran media dan pemerintah dalam memicu krisis ini. Kami akan mengekspos agenda nasional dan internasional untuk mensekulerkan keluarga Islam dan hukum sosial untuk semakin menjauhkan umat Islam dari Dien mereka. Dan yang terpenting, kami akan menaikkan sistem sosial Islam dan mendemonstrasikan bagaimana pandangannya yang unik terhadap pengaturan hubungan gender, – di samping prinsip-prinsip, nilai-nilai, dan hukum-hukumnya yang efektif, termasuk definisi yang jelas tentang peran dan hak laki-laki dan perempuan dalam kehidupan keluarga, – dapat melindungi pernikahan, menumbuhkan ketenangan dan keharmonisan di dalam kehidupan pernikahan, meningkatkan peran keibuan kepada status tinggi yang berhak ditempatinya, serta membangun dan melestarikan unit-unit keluarga terpadu yang kuat. Kampanye dan konferensi inii juga akan menjelaskan peran vital pemerintahan Islam di bawah negara Khilafah yang berdasarkan metode kenabian dalam mengembangkan, mempromosikan, dan melindungi pernikahan dan unit keluarga yang kuat untuk menggambarkan bagaimana Islam memang benteng keluarga yang sejati!

Kampanye ini dapat diikuti di: (tautan situs kampanye)

dan halaman Facebook: www.facebook.com/WomenandShariah.

 

Dr. Nazreen Nawaz

Direktur Divisi Muslimah Kantor Media Pusat Hizbut Tahrir