Desakan Jokowi Mundur Semakin Masif, Analis: Karena Kegagalan Pemerintah dalam Mengelola Negara

 Desakan Jokowi Mundur Semakin Masif, Analis: Karena Kegagalan Pemerintah dalam Mengelola Negara

Mediaumat.news – Semakin masifnya desakan agar Presiden Joko Widodo mundur, dinilai oleh Analis Senior PKAD Fajar Kurniawan karena kegagalan pemerintah dalam mengelola negara. “Triger munculnya desakan presiden untuk mundur ini adalah karena kegagalan pemerintah dalam mengelola negara,” ungkapnya kepada Mediaumat.news, Jum’at (9/7/2021).

Ia memandang, banyak masalah negara ini yang bisa mengantarkan pada negara gagal (fail state), seperti carut marutnya penanganan pandemi Covid-19. “Ketidak konsistenan sejak awal dari pemerintah dalam menangani pandemi ini, sehingga menimbulkan korban jiwa yang sangat banyak. Bahkan beberapa hari terakhir ini, tingkat infeksi kita nomor 2 di dunia,” jelasnya.

Selain itu, utang pemerintah yang semakin menumpuk, hingga saat ini sudah mencapai Rp 6.500 triliun bahkan jika ditambah dengan utang swasta mencapai Rp 11.500 triliun. “Setiap tahunnya, menurut ekonom Faisal Basri, untuk membayar pokok dan bunga utang kita perlu mengeluarkan hampir Rp 800 triliun. Ini kan bisa membuat negara ini bangkrut,” ungkapnya.

Bahkan, fajar menambahkan, dalam pengelolaan sumber daya alam kita sudah dicengkeram oleh penjajah kapitalis. “Ini kan sudah tidak sesuai lagi dengan konstitusi, yang jelas-jelas mengamanatkan bahwa untuk sektor-sektor strategis, maka harus dikuasai oleh negara,” jelasnya.

Karena itu, Fajar memandang, sudah sepantasnya jika presiden dituntut untuk mundur.

Berbagai kegagalan-kegagalan yang didapatkan oleh rezim saat ini, menurutnya, karena sejak awal kekuasaan ini dijadikan sebagai tujuan, bukan sarana untuk mewujudkan kemaslahatan dan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, ia mengatakan, negara ini diurus berdasarkan sistem yang bercorak kapitalisme liberal. nm”Negara ini diurus dengan mendasarkan pada sistem yang bercorak kapitalisme liberal dalam aspek ekonomi dan sistem demokrasi dalam aspek politik,” jelasnya.

Fajar menilai, kombinasi dari penerapan sistem yang rusak dan orang yang tidak amanah inilah yang membuat terpuruk pengelolaan negara. “Yang paling rasional adalah kita kembali kepada Islam, karena islam ini tidak sekedar agama, tapi juga sebagai way of life, mempunyai konsep yang detail dan rinci mengenai pengaturan berbagai aspek kehidupan, berbangsa dan bernegara,” pungkasnya [] Ade Sunandar

Share artikel ini:

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *