Arsitek Turki Mengungkapkan 329 Masjid dan Monumen Ottoman di 18 Negara Diubah Menjadi Gereja

 Arsitek Turki Mengungkapkan 329 Masjid dan Monumen Ottoman di 18 Negara Diubah Menjadi Gereja

Situs Al-Jazeera Net, Sabtu, 18/07/2020 M., menerbitkan sebuah berita yang mengatakan: “Dalam perjalanan dan pengembaraan 10 tahun, sang arsitek, Muhammad Amin Yilmaz, memantau bahwa 18 negara yang berada dalam Kekaisaran Ottoman mengubah 329 monumen Turki—yang sebagian besar adalah masjid jami’ dan masjid lainnya, termasuk sejumlah tekyeh dan mausoleum—menjadi gereja.

Temasuk dalam peristiwa penting ini adalah mengubah 117 universitas di Bulgaria, selain 7 tekyeh, mausoleum dan satu sekolah menjadi gereja, juga mengubah 74 universitas, 19 mausoleum, lembaga amal dan tempat ibadah di Yunani menjadi gereja. Dalam hal ini, Yilmaz dapat memantau dan mengidentifikasi sejumlah masjid jami’ dan masjid lainnya, serta sejumlah tekyah dan mausoleum yang telah diubah, serta menara tempat adzan yang diubah menjadi menara untuk lonceng gereja.

Menurut juru bicara itu, “Di Bulgaria, telah diubah 117 universitas, termasuk 7 tekyek, mausoleum dan satu sekolah menjadi gereja, juga 3 menara jam diubah menjadi menara lonceng gereja. Di Kroasia, 8 masjid diubah menjadi gereja. Sedang di Krimea 6 masjid dan mausoleum diubah menjadi gereja.”

“Di Kosovo, satu masjid telah diubah menjadi gereja, sama seperti menara jam diubah menjadi menara lonceng gereja. Di Ukraina, dua universitas telah diubah menjadi dua gereja, dan menara tempan adzan diubah menjadi menara gereja. Di Makedonia, 3 masjid, dua mausoleum dan menara jam diubah menjadi gereja,” tambah Yilmaz. Sementara di Serbia, 15 universitas dan dua mausoleum diubah menjadi gereja.

Dia menambahkan, “Satu masjid di Georgia dan Azerbaijan juga diubah menjadi gereja selama pendudukan Rusia. sementara 3 masjid di Bosnia dan Herzegovina selama pendudukan Austria diubah menjadi gereja. Dan selama pendudukan Prancis, 3 masjid di Aljazair diubah menjadi gereja, serta dua universitas di Armenia diubah menjadi gereja.”

Yilmaz mengatakan, “Di Siprus Romawi (Yunani), sebuah jalan telah diubah menjadi sebuah gereja. Adapun di Moldova, 4 masjid telah diubah menjadi gereja. Sedangkan di Rumania 5 masjid telah diubah menjadi gereja.”

Dia menyebutkan bahwa “di Hungaria 23 universitas, dan 5 mausoleum, serta sekolah diubah menjadi gereja. Semua bangunan di Hongaria tersebut diubah menjadi gereja selama pendudukan Austria.”

Dia mengatakan bahwa ada 74 universitas, 19 mausoleum, lembaga amal dan tempat ibadah di Yunani menjadi gereja. Dia menyebutkan bahwa 5 menara tempat adzan diubah menjadi menara lonceng gereja, sehingga jumlah bangunan arsitektur Turki yang diubah di Yunani menjadi 101 buah …”.

**** **** ****

Setelah semua ini, mengapa negara-negara Eropa berkoar-koar ketika pengadilan Turki memutuskan untuk mengembalikan Hagia Sophia sebagai masjid, setelah selama lima abad sebagai masjid sebelum manusia biadab Mustafa Kemal mengubahnya menjadi museum pada tahun 1934 M setelah ia meruntuhkan negara Khilafah?! Mengapa mereka keberatan meskipun faktanya bahwa umat Islam telah lama berjuang di pengadilan Turki, termasuk mengumpulkan berbagai dokumen resmi yang menguatkan bahwa Muhammad al-Fatih membeli Hagia Sophia dari para biarawan Kristen yang menjualnya tanpa tekanan atau paksaan?! (alraiah.net, 22/7/2020).

Share artikel ini:

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *