Aktivis Muslimah: Pelarangan Kawin Kontrak Harus Diiringi Penyadaran

 Aktivis Muslimah: Pelarangan Kawin Kontrak Harus Diiringi Penyadaran

Mediaumat.news – Peraturan larangan kawin kontrak yang telah disahkan oleh Bupati Cianjur, menurut Aktivis Muslimah Iffah Ainur Rochmah harus diiringi dengan penyadaran kebijakan yang selaras. “Regulasi itu harus diiringi dengan penyadaran dan pembuatan kebijakan yang selaras,” ungkapnya kepada Mediaumat.news, Selasa (22/6/2021).

Ia menyebut, penyadarannya harus berbasis pada agama (Islam). “Mungkin masih ada yang menganggap kawin kontrak ini sebagai hal yang dibolehkan syariat, maka harus serius menjelaskan tentang keharamannya,” jelasnya.

Selain itu, menurut Iffah, pemerintah juga harus mengevaluasi dan mengoreksi kebijakan yang menjadi pintu berkembangnya kawin kontrak. “Terkait penggalakan pariwisata, jangan sampai karena sektor ini menjadi pemasukan penting daerah maka ditoleransi adanya tempat-tempat hiburan malam atau panti-panti pijat,” tambahnya.

Lemahnya pendidikan dan ekonomi juga dipandang sebagai faktor pendukung terjadinya kawin kontrak. “Lemahnya faktor ini juga sering memicu orang tua membiarkan keluarga menjalani kawin kontrak,” jelasnya.

Menurut Iffah, memang adanya kebijakan pelarangan kawin kontrak ini merupakan bentuk kebijakan agar rakyat sadar bahwa praktik tersebut adalah zina, meskipun akan kehilangan sumber pemasukan dari sektor pariwisata. “Masih banyak sektor lain yang bisa dijadikan sebagai sumber pendapatan seperti pertanian, perkebunan dan industri kreatif yang bisa dioptimalkan,” ungkapnya.

Karena, jika tidak seperti itu, menurutnya, sama dengan menentang azab Allah. “Jika zina dan riba merajalela di suatu kampung atau negeri maka sama saja dengan menantang azab Allah,” pungkasnya.[] Ade Sunandar

Share artikel ini:

Related post

1 Comment

  • Astagfirullah, negeri kita makin sekuler aja ya. Masih ada daerah-daerah yang menginginkan penerapan syariat kaffah namun akhirnya terhalang oleh aturan negara yang sekuler

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *