Ribuan Ulama, Kyai, Habaib Sepakat Tolak OBOR – Multaqo Ulama Garut

Abuya Sakhrowardi (Guru KH Ma’ruf Amin) di Multaqo Ulama ASWAJA Jabar: “Tolak One Belt One Road”

Ribuan ulama, asatidz, kyai, dan habaib dalam Multaqo Ulama ASWAJA Jawa Barat menegaskan bahwa khilafah solusi persoalan umat. Persoalan One Belt One Road (OBOR) tak luput dibahas pada Ahad (12/5/2019) di Pondok Pesantren Darussalam, Wanaraja, Garut. Ulama pun memberikan pandangan khasnya dari sisi politik dan kaidah Islam.

Kehadiran Abuya Sakhrowardi, Ulama Sepuh Banten, menjadikan acara penuh dengan antusiasme dan semangat. Hal ini dikarenakan Abuya Sakhrowardi merupakan guru KH Ma’ruf Amin. Usia 84 tahun tidak menyurutkan beliau hadir untuk menyatakan penolakan tegas OBOR.

“Beberapa hari ini sakit. Alhamdulillah ketika tahu ada acara Multaqo Ulama ini sembuh. Akhirnya berangkat dan hadir,”tegasnya.

Abuya juga menegaskan bahwa semoga Allah melaknat orang-orang yang menandatangani OBOR.

Solusi Islam dan Khilafah diyakini mampu meneyelesaikan segala persoalan uamt islam. Hal ini disampaikan KH Wawan Ridwan, Ulama ASWAJA Cianjur. Intensitas beliau bertemu dengan saudara muslim di negara lain menegaskan bahwa harapan kemajuan Islam ada di pundak umat Islam di Indonesia.

“Saat ini terjadi penjajahan umat Islam melalui OBOR,”tegasnya.

Beliau kemudian menjelaskan makar penjajah di Indonesia kepada ulama dan santri yang terbagi menjadi tiga hal. Tujuannya umat Islam buta terhadap Islam. Pertama, melarang mengajarkan aqidah mulkiyah (kepemimpinan) terkait Khilafah. Kedua, Fiqh muamalah tentang ekonomi. Keberadaan OBOR ekonomi pasti hancur. Ketiga, fiqh siyasah.

“Politik itu penipuan (al-khidzaah), tetapi fiqh siyasah itu politik yang diatur sesuai Islam,”jelasnya panjang lebar di hadapan ribuan peserta.

KH Ahmad Zainuddin, Ulama ASWAJA Cikampek yang juga murid KH Maimun Zubair, menegaskan bahwa semoga acara Multaqo Ulama ASWAJA ini menjadi kafarat bagi warga Garut sebab peristiwa pembakaran bendera tauhid.

“Kita harus berani menolak segala bentuk kekufuran dan penjajahan. Jangan sampai berbeda dengan nabi,”tegasnya

Beliau menyayangkan ungkapan bahwa khialfah itu ajaran Islam tapi tertolak di Indonesia. Sama halnya menuduh HTI itu mengancam karena usung ideologi khilafah. Beliau pun mempertanyakan pernyataan itu pada peserta.

“Sebenarnya siapa yang korupsi? Menjual aset negara? Dan mendukung LGBT? Inti ajaran Islam Nusantara ialah menerima ajaran Islam yang cocok dengan budaya Indonesia.”

Pada pesan terakhirnya,”Siapa yang mengambil zona aman dalam perjuangan maka seperti paman Abi Thalib yang terkunci hati dan mulutnya untuk mengucapkan kalimat tauhid di akhir hayatnya,”ungkapnya disambut gemuruh peserta.

Abah Narko, ulama asal Jogjakarta mengungkapkan banyak hal peninggalan Khilafah di Jogjakarta termasuk peristiwa Kongres Umat Islam yang dibuka oleh Sultan.

Beliau mengajak meneladani perjuangan pangeran Diponegoro berjuang melawan Belanda atas jihad fi sabilillah dengan tarikat dan keikhlasan.

“Menyeru ulama di Jogja untuk melanjutkan perjuangan membela umat Islam dan mengusir penjajah. Menolak penjajahan China kapan pun dan tidak mundur,”tegasnya.

Forum Multaqo Ulama Aswaja di Garut mendapat sambutan hangat dari ulama, asatidz, ajengan, dan habaib yang hadir. Hal ini dibuktikan dengan berjubelnya ruangan yang penuh sesak.[]

Sumber: shautululama.co