Abdul Jabar: Kebijakan Pendidikan Indonesia Memuluskan Penjajahan

 Abdul Jabar: Kebijakan Pendidikan Indonesia Memuluskan Penjajahan

Era Presiden Joko Widodo, “sukses” mendudukkan Indonesia, dalam posisi terendah sejak 10 tahun terakhir, untuk skor Program for Internasional Student Assessment (PISA), hingga memuluskan penjajahan gaya baru, dalam mengeksploitasi sumber daya manusia (SDM) bangsa.

“Prestasi” tersebut, disampaikan seorang praktisi, Abdul Jabar, yang juga dosen Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Banjarmasin.

Ia mempresentasikan pengamatan sepanjang 2019, di diskusi refleksi akhir tahun, bersama Forum Intelektual Muslim Banua, di Warung Bambu, Banjarmasin, sabtu (28/12/19).

Hasilnya, terjadi dekadensi moral pada generasi muda, imbas dari pergaulan bebas, penyalahgunaan Narkoba, maraknya aktivitas menyimpang lesbian, gay, bisexual dan transgender (LGBT), inses, aborsi, pornografi-pornoaksi, hingga budaya kekerasan.

“Kedua, narasi pendidikan karakter yang kian tidak jelas, seperti tidak adanya gambaran pasti wujud dan standarnya. Apakah budaya? Budaya yang mana? Jika agama, agama apa?,” tanya Abdul Jabar kepada para peserta diskusi.

Ketidak jelasan keterlibatan aspek agama ini, juga terlihat oleh Abdul jabar, dari program literasi yang dikembangkan pemerintah, dengan hanya melibatkan 6 aspek.

“Yakni, baca tulis, numerasi, sains, finansial, digital, kebudayaan dan kewargaan. Dari sini, jelas agama tidak jadi target literasi,” tegas Abdul Jabar.

Akibat dari sekulerisasi pendidikan ini, menurut Abdul Jabar, bisa memuluskan penjajahan gaya baru, yang bisa disaksikan dari pengembangan SDM siap kerja, bukan SDM pemimpin, yang bisa menjadi leader bagi masyarakat. Sekulerisasi dalam bidang pendidikan ini juga bisa dilihat pada pengalihan materi Khilafah dan Jihad dari Fiqh ke sejarah.

“Kebangkitan sejati, hanya bisa diwujudkan dengan agama Islam, lewat penerapannya secara keseluruhan dalam aspek kehidupan, termasuk pendidikan,” ujar Abdul Jabar.

Ya, karena urainya, syariat Islam telah sukses membentuk peradaban dunia lebih maju, dengan lahirnya banyak orang hebat yang tercatat dalam sejarah, sebagai pionir pengembangan berbagai ilmu hingga sekarang.

Forum ini turut dihadiri banyak dosen, tokoh masyarakat dan ulama, untuk bersama membahas kemajuan negeri di tahun berikutnya.

Share artikel ini:

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *