5 Hal Mengerikan yang Terjadi pada Muslim Uighur

Rasulullah Shallallahu Alayhi wa Sallam bersabda, “Orang-orang beriman itu seperti satu tubuh; jika matanya, seluruh tubuhnya terasa sakit, dan jika kepalanya sakit, seluruh tubuhnya terasa sakit. ”(Muslim)

Oleh Gulnaz Uighur

Pada tahun 1949 dua hal terjadi, pertama adalah terbentuknya Republik Rakyat Cina dan kedua adalah invasi mereka terhadap Turkestan Timur. Segera setelah peristiwa itu, dunia menyaksikan ‘revolusi budaya’ di bawah Mao Zedong. Itu merupakan salah satu fase paling mengerikan dalam sejarah pada masyarat saya.

Sejarah berulang. Pada hari ini,  lagi-lagi ada dua hal yang terjadi, pemimpin Tiongkok saat ini Xi Jinping, yang merupakan temanMao dan seorang atheis, yang sedang berkuasa di China telah mengirim Muslim Uyghur dan Kazakh ke kamp-kamp konsentrasi ilegal, yang disebut sebagai kamp ‘pendidikan ulang’. Istilah itu terinspirasi oleh Mao yang mengubah nama genosida sebagai ‘revolusi budaya’.

Kaum Muslim Uyghur yang memiliki akar budaya Turki dipaksa untuk menjadi robot bagi RRC. Mereka dipisahkan dari keluarganya, anak-anak mereka dan disiksa untuk melupakan identitas mereka, mencela agamanya dan berjanji setia kepada Partai Komunis China. Hal ini terjadi karena masyarakat Uighur menjalankan Islam dan memiliki budaya yang unik dan China menganggap kami sebagai kaum ekstrimis karena melakukan hal itu.

Sementara Uni Eropa dan PBB mengecam kamp-kamp ini, negara-negara Muslim seperti Arab Saudi, UEA, Pakistan, Indonesia, Mesir, Bangladesh, negara-negara Islam di Afrika, dan Maladewa memilih diam dan melanjutkan ‘persahabatan’ mereka dengan Beijing. Dari semua negara itu, hanya Malaysia yang memiliki keberanian untuk berdiri dan mendukung kaum Uighur. Dalam Studi Islam, kita selalu belajar tentang konsep Ummah (Persaudaraan Muslim) sebagaimana yang dijelaskan dalam Al Qur’an. Sekarang adalah saatnya untuk benar-benar menunjukkan kekuatan persaudaraan itu dengan menyelamatkan kaum Uighur dari penyiksaan China. Kebijakan China jelas-jelas anti-Islam dan kita harus menghentikan wabah ini sebelum meruntuhkan semuanya.

Di bawah ini adalah 5 hal mengerikan yang terjadi terhadap saudara laki-laki dan kaum perempuan Muslim di kamp-kamp rahasia Cina ini. Mohon sebarkan rasa sakit kami dan minta pemerintah Anda agar membantu kaum Uighur sebelum terlambat.

1. Dicuci Otaknya untuk melupakan Islam: Orang-orang yang tinggal di kamp tidak diizinkan untuk menjalankan sholat. Mereka secara khusus diperintahkan bahwa ibadah ritual dalam Islam adalah berbahaya, dan diperintahkan untuk tidak mengikuti hal-hal yang telah disebutkan dalam Quran. Mereka harus menyanyikan lagu-lagu pro-Cina untuk mendapatkan makanan. Pihak berwenang memastikan bahwa mereka belajar propaganda China dan melupakan budaya mereka sendiri. Banyak dari mantan tahanan itu yang mengatakan bahwa orang-orang semakin menjadi seperti robot. Para penjaga kamp membuat mereka takut dan melemahkan para tahanan, baik secara fisik maupun mental, sehingga mereka menjadi patuh.

2. Dipaksa makan daging babi dan minum alkohol: Para pemimpin Partai di Urumqi telah memulai gerakan anti-halal di mana mereka memerintahkan pihak-pihak yang bertanggung jawab untuk bersumpah untuk “berperang melawan pan-halalisasi”. Kaum Uighur sekarang ditekan untuk tidak hanya mengecam agamanya sendiri tetapi juga dipaksa untuk makan daging babi dan minum alkohol. Label-label halal telah dihilangkan dari dewan pengurus restoran. Pemerintah China mengatakan bahwa kampanye anti-halal ini akan membantu mereka menghentikan Islam dalam menembus kehidupan sekuler dan memicu “ekstremisme”.

3. Berbagai Bentuk Penyiksaan: Agar orang-orang Uighur mematuhi perintah mereka, pihak berwenang menyiksa mereka dengan berbagai cara yang tidak manusiawi. Para korban diikat ke kursi “harimau” di dekat mata kaki mereka; tangan mereka dikunci di belakang kursi. Para penyiksa Partai Komunis China itu tidak memolehkan mereka untuk tidur, menggantung mereka selama berjam-jam dan memukuli mereka. Alat-alat seperti tongkat kayu dan karet tebal, cambuk yang terbuat dari kawat bengkok, jarum untuk menusuk kulit, tang untuk mencabut kuku, dll. Semua alat itu digunakan untuk menyiksa orang-orang Uighur dan mengeluarkan Islam dari mereka. Mereka diperintahkan untuk berdiri di atas lempengan semen di bawah terik matahari, tanpa pakaian apa pun kecuali pakaian tipis. Mereka menempatkan orang-orang di penjara air yang penuh dengan air kotor dan bau, hingga ke leher, selama lima hari. Selama penyiksaan itu, para korban Uighur hanya diberi sepotong kecil roti, dan para sipir penjara itu mengatakan, “supaya [mereka] bertahan hidup”.

4. Para Wanita Muslim Diperkosa: Selama wawancara, beberapa mantan tahanan telah mengungkapkan bahwa para wanita muda Uighur diperkosa setiap hari oleh para pejabat PKC di kamp-kamp dan dibunuh jika mereka menolak. Para wanita itu diambil dari sel-sel mereka dan diperkosa sepanjang malam. Jika mereka terus melawan, maka mereka disuntik dengan sesuatu zat untuk dibunuh. Para wanita muslim itu juga diberi pil anti hamil. Biasanya terdapat 40 hingga 50 wanita di dalam satu ruangan kecil, tetapi 5 sampai 10 wanita secara teratur dikeluarkan dan mereka menghilang begitu saja, mereka tidak pernah kembali. Orang-orang dibunuh setiap hari.

5. Alasan Aneh di Balik Pengiriman Mereka ke Kamp: Saat ini siapapun dapat dimasukkan ke kamp. Di tahun-tahun sebelumnya, hanya para penduduk Uighur yang religius yang menjadi sasaran, namu n sekarang tidak ada seorangpun penduduk Uighur yang merasa aman. Mereka mungkin bisa pergi keluar rumah untuk membeli sayuran dan mungkin tidak akan pernah kembali lagi. Namun, ada alasan yang bisa membuat penduduk Uighur mendapatkan kesulitan adalah hal-hal yang aneh. Mereka ditahan karena alasan-alasan seperti menghubungi teman dan kerabat di luar negeri, bepergian ke negara asing, menumbuhkan jenggot, mendengarkan khutbah agama dan memotong rambut. Mayat-mayat dari orang-orang yang meninggal di kamp konsentrasi tidak pernah diserahkan ke anggota keluarga mereka.

Dalam perkataan seorang mantan tahanan,

“Anda bahkan tidak bisa bunuh diri di kamp-kamp itu. Karena “tekanan ekstrim” di kamp-kamp tahanan, banyak orang-orang Uighur yang ingin bunuh diri, tetapi tidak ada cara untuk melakukannya, karena lima hingga sepuluh orang selalu mengawasi Anda, dan ada banyak kamera di kamar. ”

Semoga Allah Ta’ala meringankan penderitaan dan penderitaan umat yang mengalami kesengsaraan setiap hari ini. Semoga Dia melindungi mereka dari para tiran dan para penindas, menjaga dan melindungi iman mereka, dan memberikan Ummah pertolongan kepada umat-Nya. Aamiin[]

Telah terbit MU Edisi 219