Memperingati peristiwa bersejarah penaklukan Konstantinopel, Forum Kajian Peradaban Islam Kota Baubau gelar Tablig Akbar, kemarin. Acara yang mengangkat tema, Sambut Bisyaroh Rasulullah Menuju Tegaknya Khilafah itu digelar di Aula Masjid Islamic Center Baubau.

Dengan kembali menyegarkan ingatan Kaum Muslimin tentang sosok perjuangan seorang pemuda memimpin penaklukan negara adidaya kala itu, mendatangkan pembicara berkompoten seperti Ustad Ir H Guntur Dahlan, Irwansyah Amunu Abu Jihad, Hairudin Abu Taqi, Hamza Abu Fatih, Adi Kusiyut Abu Bilal, dan Ustad Sunardin perwakilan Kabuten Buton.

Masing-masing pembicara mengupas tuntas makna di balik sosok pejuang Muhammad Al Fatih sang penakluk Konstantinopel yang merupakan negara super power kala itu.

Sebut saja H Guntur Dahlan salah satu penggemar film perang, dengan mencermati perjuangan Sultan muda Muhammad Al Fatih menurutnya, perjuangan tersebut tidak terlepas dari kesabaran dan keimanan yang kokoh dimiliki beliau dan para tentaranya.

“Setidaknya bekal keimanan dan kesabaran yang kuat menjadi modal utama panglima perang Alfatih beserta bala pasukannya, sehingga berkat pertolongan Allah SWT, Al Fatih mampu taklukkan negara super power kala itu,” kata Guntur Dahlan yang merupakan salah satu pengurus MUI Kota Baubau.

Selain itu, lanjutnya, Muhammad Alfatih mampu menyusun strategi perang dengan mengerahkan segala kemampuan yang dimiliki.

Pembicara berikutnya Irwansyah Amunu melihat bahwa sosok Muhammad Alfatih memiliki kemampuan sangat luar biasa dalam penaklukan negeri dominasi kaum salib tersebut.

“Kecerdasan intelektual, emosional, dan kecerdasan spiritual dimiliki Sultan muda ini. Dengan kecerdasan intelektual Alfatih mampu menyusun strategi perang dengan baik dengan mendatangkan insinyur pembuat meriam dengan berat 1 ton lebih sehingga benteng kuat Konstantinopel bisa dihancurkan,” ujarnya.

Irwan Amunu kembali menegaskan bahwa, penaklukan negeri super power tersebut merupakan bukti janji Allah dan hadist Rasul tentang bahwa umat Islam akan berkuasa dua kali sepanjang peradaban kaum muslimin.

“Kemenangan pertama dengan ditandai hijrahnya Nabi dari Makkah menuju Madinah lalu mendirikan Daula Islam pertama, hingga kemudian konstantinopel jatuh di tangan Umat Islam. Setelah keruntuhan Kekhilafahan Usmaniyah maka akan terjadi kembali penaklukan kedua kalinya dalam waktu yang sangat dekat dengan izin Allah,” tuturnya.[]p5

Share artikel ini:

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *